- Pemerintah memperkuat pengawasan terhadap potensi kekacauan sosial tanpa menutup ruang aspirasi rakyat di tingkat lokal.
- Fokus negara beralih sepenuhnya pada pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan modernisasi industri.
- Hasilnya, lebih dari 800 juta rakyat Tiongkok keluar dari garis kemiskinan, sebuah prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia.
Kesimpulan
Kisah Tiongkok menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi memerlukan kepastian hukum dan stabilitas politik sebagai fondasi.
Negara tidak boleh mempermainkan izin investasi atau mengganti kebijakan ekonomi karena pergantian pejabat.
Dalam logika Filsafat Intelijen Negara, kepastian hukum adalah bagian dari stabilitas strategis nasional — sebab ekonomi yang stabil hanya tumbuh di atas pondasi kepercayaan, bukan ketakutan atau ketidakpastian.
**