khazanah

TINTA EMAS INDONESIA DALAM SEJARAH PALESTINA

Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:03 WIB
Prof AM Hendropriyono dan Dubes Palestina untuk Indonesia Dr Zuhair Al Syun

Di bawah Menlu Adam Malik dan Mochtar Kusumaatmadja, Indonesia secara konsisten:

  1. Mendukung resolusi PBB tentang hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina.
  2. Menolak normalisasi hubungan dengan Israel.
  3. Mengirim bantuan kemanusiaan dan beasiswa bagi pelajar Palestina.

Soeharto juga menginstruksikan agar kedutaan PLO dibuka di Jakarta pada tahun 1989, yang menjadikan Indonesia negara Asia Tenggara pertama yang memberi status diplomatik resmi bagi Palestina.

Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tidak hanya berbicara, tetapi memberi tempat bagi perjuangan Palestina di jantung diplomasi Asia.


Era Reformasi: Penguatan Hubungan dan Bantuan Nyata

Setelah reformasi, hubungan bilateral semakin konkret.

Tahun 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri menandatangani Joint Communiqué dengan Presiden Palestina Yasser Arafat yang menegaskan dukungan Indonesia terhadap pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Tahun 2006–2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Luar Negeri, serta menyelenggarakan Asia–Pacific Conference on Palestinian Development.

Tahun 2012, Indonesia menjadi salah satu sponsor resolusi PBB yang menaikkan status Palestina menjadi non-member observer state.

Bantuan medis, beasiswa, dan dukungan politik terus mengalir dari Jakarta ke Ramallah dan Gaza.

 

Era Jokowi–Prabowo: Dari Solidaritas ke Aksi Diplomatik

Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan (kini Presiden) Prabowo Subianto, dukungan terhadap Palestina naik kelas — dari simbol solidaritas menjadi inisiatif diplomasi strategis.

1. Forum Internasional dan Dukungan di PBB
Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI di Jakarta pada 2016 yang menghasilkan “Deklarasi Jakarta” untuk Palestina.

2. Diplomasi Humaniter di Gaza
Sejak 2023, di tengah perang Gaza, Indonesia mengirimkan bantuan medis dan logistik, termasuk pembangunan Indonesian Hospital di Beit Lahia, Gaza Utara, yang menjadi rumah sakit simbol solidaritas Asia.

3. Peran Prabowo Subianto dalam Proses Perdamaian (2024–2025)
Sebagai Menteri Pertahanan dan kini Presiden, Prabowo Subianto telah menorehkan peran yang belum pernah dilakukan oleh negara Islam maupun Arab manapun dalam konflik Gaza:

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB