khazanah

Amerika Memperbaiki Eksistensinya di Timur Tengah

Sabtu, 12 Juli 2025 | 12:17 WIB
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel secara lengkap dan total belum lama ini. (X.com/@WhiteHouse)

 

Jamal Abdul Jawad

Penasehat Egyptian Center for Strategic Studies (ECSS)

 

Selama kunjungannya ke negara-negara Teluk Arab pada Mei 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali berbicara tentang kekuatan militer Amerika yang tidak tertandingi. Presiden Trump mengunjungi pangkalan militer AS di Al Udaid Qatar dan membanggakan anggaran militer AS yang telah mendekati satu triliun US Dollar.

Ucapan Presiden Trump tentang kekuatan militer Amerika di Teluk Arab bukanlah bualan kosong. Setiap kali ia berbicara tentang kekuatan militer Amerika, ia menekankan bahwa kekuatan ini dimaksudkan untuk membela Amerika dan sekutunya bertentangan dengan kekikiran Presiden AS yang terkenal dalam memberikan jaminan keamanan kepada sekutu-sekutunya.

Kunjungan Presiden Trump ke negara-negara Teluk Arab, beserta keputusan dan perjanjian yang terkandung di dalamnya, merupakan deklarasi pembaruan komitmen Amerika terhadap keamanan TelukArab, setelah periode di mana para penguasa Teluk Arab memiliki keraguan yang kuat muncul mengenai keseriusan komitmen Amerika terhadap keamanan kawasan Teluk Arab.

Pemerintahan Amerika sejak masa kepresidenan Barack Obama cenderung mengurangi komitmen Amerika di Timur Tengah. Hal ini terjadi akibat kebangkitan kekuatan Tiongkok dan kebutuhan untuk mengalokasikan lebih banyak sumber daya Amerika ke Asia-Pasifik, yang juga terjadi akibat pandangan negatif terhadap bahan bakar fosil sebagai penyebab pemanasan global, dan meningkatnya ketergantungan pada sumber energi terbarukan yang bersih, yang menyebabkan penurunan pangsa negara-negara penghasil minyak.

Penurunan minat Amerika di Timur Tengah juga terjadi akibat menurunnya kepentingan minyak di kawasan tersebut bagi Amerika Serikat, yang telah menjadi eksportir minyak terbesar keempat di dunia dan eksportir gas terbesar. Hal ini menjadikan negara-negara Timur Tengah lain sebagai pesaing bagi negara-negara Teluk Arab, dan minatnya untuk mengamankan pasokan minyak dari kawasan tersebut pun menurun, yang sebagian besar dialihkan ke pesaingnya di Asia- Pasifik.

Terlepas dari perbedaan yang signifikan di antara mereka, Presiden Trump telah menerapkan kebijakan serupa terkait penurunan minat Amerika di kawasan Timur Tengah. Hal ini juga dilakukan oleh Mantan Presiden Amerika Joe Biden.

Tahun 2019, di pertengahan masa jabatan pertama Trump, merupakan tahun yang krusial. Pada bulan Mei 2019, kapal-kapal komersial dari berbagai negara disabotase saat berlabuh di sebuah pelabuhan di Uni Emirat Arab. 

Pada bulan September di tahun yang sama, pesawat nirawak yang diluncurkan dari Yaman menyerang fasilitas minyak utama Arab Saudi yang terletak 500 kilometer di dalam wilayah Kerajaan. Kedua insiden tersebut, meskipun serius, berlalu tanpa respons dari Amerika Serikat, yang hingga saat itu dianggap mengkhawatirkan keamanan Teluk.

Pada Januari 2022, setahun setelah Biden menjabat sebagai presiden, bandara Abu Dhabi diserang oleh pesawat nirawak yang juga berasal dari Yaman. Seperti serangan-serangan sebelumnya, serangan terhadap bandara Abu Dhabi berlalu tanpa respons dari Amerika. Enam bulan sebelumnya, pemerintahan Presiden Biden telah menarik baterai pertahanan udara Patriot dan THAAD dari Timur Tengah dan memindahkannya ke Asia-Pasifik.

Perkembangan ini telah mengangkat kembali pertanyaan lama tentang stabilitas keamanan Teluk Arab. Sebuah kawasan dengan kekayaan luar biasa, yang didambakan banyak orang, namun menderita ketidakseimbangan demografis yang parah. Sehingga para penguasa negara-negara Teluk Arab melakukan rekonsiliasi dengan Iran, serta keterbukaan terhadap Tiongkok dan Rusia merupakan respons Teluk terhadap ancaman-ancaman terbaru.

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB