Gagasan pengobatan dan perawatan korban luka dari Jalur Gaza Palestina di Indonesia, saat masih menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia, pada Juni 2024, jauh sebelum dilantik sebagai kepala negara, bahkan jauh sebelum pelaksanaan pemilu presiden Amerika Serikat, November 2024, bahkan pelantikan Presiden AS Donald Trump pada Januari 2025.
Mengkaitkan niat baik Presiden Prabowo Subianto dengan proyek Presiden AS Donald Trump untuk menjaidkan Jalur Gaza Palestina menjadi Riviera in Middle East, sangat tidak tepat. Bahkan saat menyampaikan gagasan tersebut, bagaikan gayung bersambut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah ulama di Jawa Barat menyampaikan dukungan dan siap menampung anak-anak Palestina untuk menempuh pendidikan di pesantren-pesantren.
Begitu juga pandangan yang mengkaitkan niat baik Presiden Prabowo Subianto untuk daya tawar untuk negosiasi tarif dalam perang ekonomi yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump, juga sangat tidak tepat.
Secara mantiq, niat bait mengobati dan merawat korban luka dari Jalur Gaza Palestina di Indonesia, tidak memiliki kaitan dengan proyek pemukiman Yahudi-Israel di Jalur Gaza Palestina dan daya tawar tarif dalam perang ekonomi. Gagasan ini murni dari lubuk hati Presiden Prabowo Subianto.
Walaupun ditekan melalui Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yang di mana Israel merupakan satu anggota pendirinya, Indonesia sampai saat ini tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Walaupun ditekan secara ekonomi makro dengan anjloknya bursa saham yang mengakibatkan nilai tukar Rupiah yang melemah, Presiden Prabowo Subianto tetap tidak bergeming. Presiden Prabowo Subianto berusaha memperkuat pondasi perekonomian berpondasikan ketahanan pangan.
Tekanan-tekanan untuk mendiskreditkan Presiden Prabowo Subianto terus muncul. Tetapi sahabatnya, Raja Abdullah II melihat ketulusan Presiden Prabowo Subianto yang memang penyayang kepada anak-anak kecil.
Rasa sayang ini juga ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dengan program-program pemeirntahannya seperti makan bergizi gratis dan sekolah rakyat. Tujuannya, untuk mempersiapkan generasi emas yang berkualitas menuju Indonesia Emas di tahun 2045.