وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan aku tidak membenarkan diriku sendiri. Sesungguhnya nafsu itu cenderung berbuat jahat, kecuali Tuhanku menyayanginya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang
(QS Yusuf : 53)
Oleh karena itu, pinisepuh kita yang terdahulu menyadari keharusan mendidik jiwa dan membersihkannya dari penyakit-penyakit agar dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan berhasil dalam berjalan menuju Allah SWT.
Tarekat Sufi hendaknya mempunyai ciri-ciri antara lain:
Pertama, etaatan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karena tasawuf adalah pendekatan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Segala sesuatu yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah tidak termasuk dalam tasawuf.
Kedua, Tarekat Sufi bukanlah ajaran yang terpisah dari ajaran hukum Syariah, melainkan nilai inti sarinya.
Tasawuf memiliki tiga manifestasi utama yang didorong oleh Al-Qur'an:
Pertama, pemelihara jiwa, menjaganya, dan menyucikannya dari berbagai sifat keburukan. Allah SWT berfirman :