SENAYANPOST - Hari ini, ribuan hingga jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan prosesi wukuf.
Pada Sabtu, 15 Juni 2024, mereka akan menjalani wukuf di Arafah, salah satu momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji ini.
Wukuf di Arafah dimulai ketika matahari tergelincir dari tengah hari hingga menjelang terbenam.
Pada saat ini, seluruh jemaah haji berkumpul untuk mendengarkan khutbah Wukuf, kemudian melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak taqdim.
Baca Juga: 553 Kloter Jamaah Haji Indonesia Tiba di Arafah
Setelah itu, mereka mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai bentuk ibadah seperti zikir, salawat, dan munajat.
Prosesi ini dikenal sebagai inti dari ibadah haji, sering kali disimpulkan dalam ungkapan "Al Hajju Arafah" yang berarti "Haji adalah Arafah".
Hal ini menggarisbawahi betapa pentingnya Wukuf di Arafah dalam keseluruhan rangkaian haji.
Pembimbing ibadah (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah, Aswadi, menekankan pentingnya prosesi ini dalam pernyataannya di Arafah.
Baca Juga: Sibuk Urus Haji, Pangeran MBS Tidak Hadiri KTT G7
Sementara itu, menurut Profesor Aswadi, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya asal Gresik, Wukuf di Arafah memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap jemaah haji.
Berikut tiga makna utama dari Wukuf di Arafah sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari situs Kemenag RI.
1. Simbol Kebulatan Tekad untuk Menghentikan Keburukan
Wukuf di Arafah adalah simbol dari tekad manusia untuk berhenti dari semua keburukan yang pernah mereka lakukan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya.