Modal mereka adalah kemiskinan mereka, dan aturan kehidupan dalam diri mereka adalah merasa kesulitan dan dalam bahaya akan adzab Allah SWT.
Allah SWT mengajarkan mereka cara mengobati dosa dan mengenalkan mereka penyembuhan hati. Karena mereka adalah lentera cahaya-cahaya akan bukti-bukti eksistensi Allah SWT dan kunci untuk memahami nilai-nilai dalam hikmah di setiap ajaran-ajaran syariat yang Allah SWT tetapkan.
Pemimpin mereka bagaikan rembulan yang muncul dan cahaya yang terang, pemimpin seluruh umat manusia, Nabi Muhammad SAW putra Abdullah bin Abdul Muthalib, yang merupakan buah yang suci dari pohon yang penuh berkah yang akarnya adalah tauhid dan cabang-cabangnya adalah takwa.
Imam Al Ghazali mengibaratkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penuntun bagi orang-orang yang mengenal Allah SWT agar tetap konsisten menjalankan ibadah dengan tetap berpegang teguh pada Al Qur’an dan Hadits yang dipahami dengan pemahaman yang benar. Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah hanya kepada Allah SWT dengan penuh ketakwaan. Allah SWT berfirman :
لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِه مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌۙ
“Tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah SWT memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nur : 35)
Maksud dari tidak di timur atau tidak di barat adalah cahaya Allah SWT berada di mana-mana dan menerangi seluruh alam raya. Begitu juga Syariat Allah SWT berlaku di seluruh alam raya. Allah SWT telah memberikan berbagai permisalan kepada kita sebagai pengingat bahwa kita adalah hamba-Nya yang harus menjalankan syariat-Nya dengan mempelajari syariat tersebut. Allah SWT berfirman :
مَنْ لَّمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَه نُوْرًا فَمَا لَه مِنْ نُّوْرٍࣖ