Terjemah : Mohammad Irsyad, M.Pd.I (Mudir Muhammadiyah Boarding School Barat Magetan)
Pakaian adalah salah satu nikmat dari Allah SWT untuk hamba-Nya yang digunakan untuk menutupi semua kulit badan. Allah SWT berfirman :
وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ
“…dan pakaian takwa itulah yang paling baik…” (QS Al-A’raf : 26)
Dan sebaik-baiknya pakaian untuk seorang hamba adalah apa yang tidak menyibukkan hatimu dari mengingat Allah Ta’ala. Jika kamu sedang memakai baju maka ingatlah akan cinta Allah kepada hambanya yang termanifestasikan dengan menutupi (aurat/aib) hambanya, sehingga tidak seorangpun mengetahui aib dari makhluk-Nya tersebut. Hendaknya, fokuslah dengan instropeksi terhadap aib yang ada pada dirimu sendiri dan bersihkanlah aib tersebut dengan melanggengkan sifat butuh kepada Allah Ta’ala.
Maka sesungguhnya ketika seorang hamba itu lupa akan dosanya itu adalah wujud dari hukuman, sebab karena kelalaiannya itulah dia akan mengulang kembali dosa tersebut. Jika dia menyadari dosa yang telah ia lakukan maka hendaklah dia melihat ke dalam mata hatinya sendiri dan menangislah karena sifat malu terhadap Allah Ta’ala.
Selama seseorang menganggap bisa mengandalkan kekuatan dan dirinya sendiri belaka maka dia akan terputus dari kekuatan Allah. Maka posisikanlah cita-citamu di antara ketakutan dan harapan. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنࣖ
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS Al Hajr : 99).