Mohammad Irsyad, M.Pd.I
Mudir Muhammadiyah Boarding School Barat Magetan
Nabi Muhammad SAW telah bersabda ; “mencari ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim”. ilmu yang dimaksud pada hadits tersebut adalah ilmu anfas yaitu ilmu yang dapat mengatur kejiwaan kita. Pendapat lain menyebutkan bahwa maksudnya adalah ilmu-ilmu keislaman yang memiliki ketersambungan nafas melalui jalur sanad keilmuan dari para ulama kemudian kepada Para Sahabat RA dan bermuara kepada Nabi Muhammad SAW.
Maka dari itu, wajib bagi para Murid (penempuh jalan kepada Allah) untuk mencari ilmu tersebut baik dalam keadaan syukur maupun udzur atau lemah.
Jika amalnya diterima Allah, itu semata-mata karena keutamaan-Nya, dan jika ditolak itu karena keadilan-Nya. Aktivitas taat pada dasarnya ialah taufik Allah SWT, sedangkan diamnya adalah karena penjagaan-Nya. Dan seorang Murid tidak akan bisa istiqamah kecuali dengan rasa senantiasa bergantung kepada Allah SWT.
Kunci dari rasa ketergantungan yang langgeng kepada Allah SWT ialah mengingat kematian karena dengan mengingatnya dapat menimbulkan rasa aman dari belenggu dan intimidasi lawan (maksiat). Dan tegaknya rasa mengingat kematian itu dengan metode anggapan bahwa umur yang tersisa hanya "satu hari”, anggapan tersebut hendaknya dimunculkan dengan proses bertafakur (merenung atau berfikir) setiap saat.
Sedangkan pintu dari tafakur adalah mengosongkan fikiran yang bersumber dari sifat zuhud. Dan tiangnya sikap zuhud adalah taqwa dan puncaknya taqwa adalah rasa takut dan pengontrol rasa takut ialah yakin dan urutannya sifat yakin ialah dengan praktik mengasingkan diri dari kemaksiatan & berpuasa, dalam arti lain adalah bertirakat melatih hati dan jiwa kita senantiasa selalu mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Dan kesempurnaan dari aktifitas tirakat di atas tadi adalah dengan kesungguhan dan kesabaran dan jalannya kesungguhan dan kesabaran melalui kejujuran dan bukti kejujuran bagi sang Murid adalah ilmu.