Salah seorang penduduk bernama Alsadig Alfatih mengaku frustasi dengan adanya konflik ini.
Dia mengaku akan pergi ke Mesir untuk menghindari konflik berdarah di Khartoum.
"Melihat orang asing pergi membuat saya kesal karena saya melihat ada beberapa kelompok yang dibantu oleh tentara dan RSF, sementara kami terus dipukuli," kata Alsadig Alfatih pada 23 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Alfatih pada hari Minggu berhasil meninggalkan rumahnya untuk pertama kalinya sejak pertempuran meletus dan berkata dia akan pergi ke Mesir.
Paus Fransiskus Minta Hentikan Kekerasan
Tentara Sudan mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Prancis dalam operasi evakuasi di Wadi Sedna, sebuah pangkalan udara di utara Khartoum.
Operasi Qatar dan Yordania dilakukan melalui darat ke Port Sudan, kata tentara.
Baca Juga: Cara Beli Tiket Masuk Kebun Binatang Ragunan Selama Libur Lebaran 2023, Bisa Online dan Offline Lho!
Kanada juga telah mengeluarkan diplomatnya dan berusaha mendukung staf lokalnya, kata Perdana Menteri Justin Trudeau.
Mesir, India, Nigeria, dan Libya termasuk di antara negara-negara yang mengatakan mereka bekerja untuk memulangkan rakyatnya.
Paus Fransiskus mengimbau diakhirinya kekerasan selama doa tengah hari Minggu di Roma.
Baca Juga: Link Nonton Demon Slayer Season 3 Episode 3 Sub Indo, Lengkap dengan Preview dan Jam Tayang
Sebagaimana diketahui, pertempuran pecah di Khartoum dan bagian lain negara itu pada 15 April, empat tahun setelah otokrat Omar al-Bashir yang telah lama berkuasa digulingkan.