internasional

Konflik Dua Kubu Militer di Sudan Tewaskan 420 Orang, Paus Fransiskus Minta Segera Hentikan Kekerasan

Senin, 24 April 2023 | 07:39 WIB
Ilustrasi, situasi di Sudan makin memanas dan telah menewaskan setidaknya 420 orang, Paus Fransiskus minta hentikan segera kekerasan di Khartoum. (Pixabay.com/PublicDomainPictures)

Salah seorang penduduk bernama Alsadig Alfatih mengaku frustasi dengan adanya konflik ini.

Baca Juga: Jelang Arus Balik Lebaran 2023, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas One Way hingga Bandara Halim Perdanakusuma

Dia mengaku akan pergi ke Mesir untuk menghindari konflik berdarah di Khartoum.

"Melihat orang asing pergi membuat saya kesal karena saya melihat ada beberapa kelompok yang dibantu oleh tentara dan RSF, sementara kami terus dipukuli," kata Alsadig Alfatih pada 23 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Alfatih pada hari Minggu berhasil meninggalkan rumahnya untuk pertama kalinya sejak pertempuran meletus dan berkata dia akan pergi ke Mesir.

Baca Juga: Alasan Absen di Penobatan Raja Charles III Masih Jadi Teka-teki, Meghan Markle Tetiba Kritik Media Inggris

Paus Fransiskus Minta Hentikan Kekerasan

Tentara Sudan mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Prancis dalam operasi evakuasi di Wadi Sedna, sebuah pangkalan udara di utara Khartoum.

Operasi Qatar dan Yordania dilakukan melalui darat ke Port Sudan, kata tentara.

Baca Juga: Cara Beli Tiket Masuk Kebun Binatang Ragunan Selama Libur Lebaran 2023, Bisa Online dan Offline Lho!

Kanada juga telah mengeluarkan diplomatnya dan berusaha mendukung staf lokalnya, kata Perdana Menteri Justin Trudeau.

Mesir, India, Nigeria, dan Libya termasuk di antara negara-negara yang mengatakan mereka bekerja untuk memulangkan rakyatnya.

Paus Fransiskus mengimbau diakhirinya kekerasan selama doa tengah hari Minggu di Roma.

Baca Juga: Link Nonton Demon Slayer Season 3 Episode 3 Sub Indo, Lengkap dengan Preview dan Jam Tayang

Sebagaimana diketahui, pertempuran pecah di Khartoum dan bagian lain negara itu pada 15 April, empat tahun setelah otokrat Omar al-Bashir yang telah lama berkuasa digulingkan.

Halaman:

Tags

Terkini