internasional

Opini: Mengapa Israel Sangat Berpengaruh di Dunia?

Senin, 3 April 2023 | 22:34 WIB
Bendera Israel (Realitasonline.id/ Pixabay)

Bila di era Bung Karno pernah terjadi penyusupan agen CIA ke dalam keluarga Bung Karno maka di era Presiden Megawati pun pernah terjadi penyusupan seorang agen perempuan yang diperkirakan dari CIA atau MI-6 yang bernama Karen Brooks.

Baca Juga: Israel Ikutan Piala Dunia U-20, Indonesia Tetap Dukung Palestina?

Agen ini sangat menguasai kebudayaan Indonesia terutama budaya Jawa. Ia fasih berbahasa Jawa baik kromo inggil maupun ngoko. Selain itu ia piawai menari beberapa tarian Jawa seperti serimpi, bedaya juga tembang sinden termasuk memukul gamelan seperti Saron dan gambang.

Penulis pernah mencoba akan kebenaran dari pengakuan-pengakuannya yang ternyata benar. Ketika penulis ajak berbicara Jawa ngoko (kasar) yang bersangkutan menjawab dengan baik dan sempurna.

juga waktu penulis minta ia melantunkan satu bait dari tembang Pangkur Palaran, hasilnya cukup mengagumkan ternyata ia melantunkannya dengan cukup baik.

Cukup lama identitasnya tidak terbongkar, belakangan hari barulah identitasnya yang bersangkutan terkuak namun sebelum sempat diambil tindakan oleh aparat keamanan ternyata ada yang membocorkan sehingga yang bersangkutan sempat kabur ke luar negeri.

Baca Juga: Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20, Sikap Dewasa Palestina Bisa Bikin Orang Islam di Indonesia Adem

Belakangan baru diketahui ternyata ia sudah berada di Bangkok, Thailand. Dari penuturan seorang mantan DKP (Detasmen Kawal Pribadi) yang tetap mendampingi Megawati, penulis mendapat penjelasan bahwa Mossad berada di belakang kebocoran tersebut di atas. Siapa agen Mossad tersebut Sampai dengan saat ini tetap tidak diketahui.

Rentang Operasional Mossad yang Terdeteksi

Di bawah kendali David Barnea dengan divisi Tzomet Mossad ternyata terlibat langsung maupun tidak langsung kepada peristiwa penting di dunia. Misalnya mengapa Hillary Clinton yang maju sebagai capres partai Demokrat yang menurut jajak pendapat unggul dari pesaingnya dari partai Republik ternyata harus menelan pil pahit kalah dari pesaingnya partai Republik Donald Trump.

Semua itu karena telah mendapat dukungan kuat dari taipan-taipan Amerika Serikat, yang sebagian besar terdiri dari tokoh-tokoh zionis Yahudi yang dikendalikan secara remote oleh Mossad.

Begitu juga perang Rusia - Ukraina ternyata tangan-tangan Mossad juga bermain dengan jalan memprovokasi para petinggi Ukraina agar menerima ajakan untuk masuk ke NATO.

Di lain pihak petinggi-petinggi NATO juga “di kipas-kipas”, oleh Mossad agar terus berusaha agar Ukraina masuk ke dalam NATO.

Baca Juga: Indonesia Gagal jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Ini Deretan Pihak yang Tolak Timnas Israel

Tujuannya adalah sangat logis yakni bila Ukraina menjadi anggota NATO Amerika Serikat, dapat leluasa menempatkan rudal-rudalnya di Ukraina untuk menghancurkan Rusia secara mudah.

Halaman:

Tags

Terkini