SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu malam di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan eskalasi baru terhadap Iran.
Kantor Netanyahu mengonfirmasi percakapan tersebut kepada media Israel, The Times of Israel.
Menurut laporan media berbahasa Ibrani, kedua pemimpin membahas perkembangan perang dengan Iran serta hasil kunjungan terbaru Trump ke Tiongkok.
Usai pembicaraan dengan Trump, Netanyahu dijadwalkan menggelar diskusi keamanan bersama para menteri dan pejabat senior di kantornya di Yerusalem.
Baca Juga: Kementerian Pertahanan Iran: Angkatan Bersenjata Siap Hadapi Agresi Baru AS dan Israel
Forum tersebut dikenal sebagai 'kabinet keamanan kecil' dan biasanya melibatkan sejumlah tokoh penting pemerintahan Israel, termasuk Menteri Pertahanan Israel Katz dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.
Perkembangan ini muncul setelah laporan pekan lalu yang menyebut Israel dan Amerika Serikat tengah melakukan persiapan intensif untuk kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran, bahkan disebut dapat terjadi dalam waktu dekat.
Situasi semakin memanas setelah sebuah drone menyerang fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA), salah satu negara yang sebelumnya terdampak serangan Iran selama konflik berlangsung.
Di sisi lain, Presiden Trump juga dilaporkan akan menggelar pertemuan di Situation Room Gedung Putih bersama para penasihat keamanan nasional untuk membahas opsi tindakan militer terkait Iran.
Baca Juga: Amerika Serikat Kirim 6.500 Ton Senjata ke Israel, Persiapan Serangan Pukulan Terakhir ke Iran
Meski jalur negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan masih terhenti sejak gencatan senjata diberlakukan pada 8 April, Trump disebut masih membuka peluang tercapainya kesepakatan.
Namun, ia kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran melalui media sosial.
"Bagi Iran, waktu terus berjalan. Mereka harus bertindak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat penting," tulis Trump.