SENAYANPOST - Baik Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berkomunikasi melewati mediator terkait perundingan damai.
Salah satu hal yang dibicarakan dalam perundingan damai tersebut adalah soal nuklir.
Sebuah laporan dari Reuters belum lama ini mengungkapkan bahwa nuklir merupakan salah satu pembicaraan yang belum menemukan kesepakatan.
Hal ini disampaikan oleh salah seorang pejabat senior Iran pada Jumat lalu.
Ia juga membicarakan soal Selat Hormuz yang saat ini ditutup kembali oleh Iran.
Baca Juga: Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Kesepakatan
Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu jugamengatakan bahwa menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bergantung pada kepatuhan AS terhadap ketentuan gencatan senjata.
"Belum ada kesepakatan yang tercapai mengenai detail masalah nuklir," katanya pada 17 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Ia menekankan bahwa negosiasi serius masih diperlukan untuk menjembatani kesenjangan yang tersisa.
Lebih lanjut, Teheran berharap kesepakatan awal dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang melalui upaya mediator Pakistan, dengan kemungkinan memperpanjang gencatan senjata.
"Ini menciptakan ruang untuk lebih banyak pembicaraan tentang pencabutan sanksi terhadap Iran dan mengamankan kompensasi atas kerusakan perang," tambahnya.
"Sebagai imbalannya, Iran akan memberikan jaminan kepada komunitas internasional tentang sifat damai program nuklirnya. Narasi lain tentang pembicaraan yang sedang berlangsung adalah salah tafsir dari situasi tersebut," ujarnya.
Baca Juga: PBB Sambut Baik Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Dinilai Dapat Redakan Ketegangan
Pakistan Sebut Kesepakatan Iran-AS Hampir Rampung