SENAYANPOST - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut langkah Iran yang membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial, dan menilai kebijakan tersebut sebagai perkembangan positif di tengah situasi kawasan.
"Saya menyambut pengumuman Iran bahwa Selat Hormuz sepenuhnya dibuka untuk semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Ini merupakan langkah ke arah yang benar," ujar Guterres lewat akun X @antonioguterres pada 17 April 2026, dikutip SenayanPost.com.
Ia menegaskan bahwa posisi PBB tetap konsisten dalam mendorong pemulihan penuh kebebasan navigasi internasional di jalur strategis tersebut.
"Posisi PBB tetap jelas: kita membutuhkan pemulihan penuh hak dan kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz, yang harus dihormati oleh semua pihak," lanjutnya.
Baca Juga: Analis: Armada Asimetris Iran Jadi Tantangan bagi Kekuatan Amerika Serikat di Teluk Persia
Guterres juga berharap langkah tersebut dapat berkontribusi dalam membangun kepercayaan antar pihak yang berkonflik, sekaligus memperkuat proses dialog yang tengah berlangsung.
"Saya berharap, bersama dengan gencatan senjata, langkah ini dapat membantu membangun kepercayaan antara para pihak dan memperkuat dialog yang sedang difasilitasi oleh Pakistan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi teknis atas implementasi pembukaan Selat Hormuz.
"Kami saat ini sedang memverifikasi pengumuman terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, khususnya terkait kepatuhan terhadap prinsip kebebasan navigasi bagi seluruh kapal niaga serta keamanan jalur pelayaran sesuai skema yang ditetapkan IMO," kata Dominguez.
Baca Juga: Analis Keamanan: Iran dan AS Bersiap untuk Negosiasi atau Eskalasi Perang
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya bagi seluruh kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata.
"Sejalan dengan gencatan senjata, jalur pelayaran bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama periode tersebut," ujar Araghchi.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Setiap perubahan kebijakan di kawasan ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap stabilitas pasar energi global.***