SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum lama ini mengklaim Operasi Epic Fury akan segera berakhir di Iran.
Sebelumnya, Trump telah terlibat dalam gencatan senjata yang rapuh dengan Iran dan sempat mengadakan perundingan damai yang berakhir buntu di Islamabad, Pakistan.
Sementara pemerintahan Trump fokus pada negosiasi, Kepala Mossad David Barnea mengindikasikan bahwa Israel tidak akan menganggap kampanyenya berakhir sampai kepemimpinan yang sama diganti.
"Misi kami belum selesai," kata Barnea pada upacara Hari Peringatan Holocaust pada 15 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Sebut Perang terhadap Iran 'Hampir Berakhir'
"Kami tidak berpikir bahwa misi ini akan selesai segera setelah berakhirnya pertempuran. Tetapi kami merencanakan secara intensif agar kampanye kami berlanjut dan mencapai hasil bahkan pada periode setelah serangan di Teheran," lanjutnya.
Tanggung jawab Mossad dalam masalah ini, katanya, akan berakhir 'hanya ketika rezim radikal ini diganti'.
"Rezim yang ingin menghancurkan kita harus lenyap dari dunia," katanya tentang kepemimpinan Iran, yang berjanji untuk menghancurkan Israel.
"(Perubahan rezim di Iran) adalah misi kami. Kami tidak akan tinggal diam, menyaksikan, menghadapi ancaman eksistensial lainnya," ujarnya.
Pernyataan Barnea mengisyaratkan adanya perselisihan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai kemungkinan keberhasilan kampanye militer terbaru dalam menjatuhkan rezim Iran.
Baca Juga: Presiden Prabowo Temui Emmanuel Macron di Paris, Bahas Alutsista hingga Ekonomi Kreatif
Netanyahu dilaporkan telah menyatakan kekecewaannya terhadap Mossad atas kegagalan rencana mereka untuk memicu pemberontakan rakyat di awal perang Iran.
Sementara itu, Mossad dilaporkan membantah bahwa penilaian mereka adalah rezim tersebut memang dapat jatuh dan rakyat Iran dapat didorong untuk bangkit, tetapi hanya di akhir perang, dan prosesnya dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan setahun.
Barnea juga mengungkapkan pada hari Selasa bahwa Mossad beroperasi 'di jantung Teheran' selama kampanye melawan Iran.