Skau mencatat bahwa saat ini banyak negara penyumbang lebih memilih untuk mengalihkan anggaran mereka untuk sektor pertahanan dan militer dibandingkan untuk bantuan kemanusiaan.
"Kelaparan tidak pernah separah sekarang, baik dalam hal jumlah orang maupun seberapa dalam kelaparan itu dirasakan," tegas Skau.
PBB kini mendesak komunitas internasional untuk segera mencari solusi damai guna menghentikan konflik. Tanpa langkah cepat, lonjakan harga pangan dan terputusnya rantai pasokan bantuan diprediksi akan menciptakan bencana kelaparan massal yang tidak hanya melanda wilayah Timur Tengah, tetapi juga merambat ke krisis kemanusiaan di benua lain yang bergantung pada bantuan internasional. *