SENAYANPOST – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras serangan militer oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel. Serangkaian serangan telah menghancurkan berbagai infrastruktur vital dan fasilitas sipil di wilayah Iran.
Serangan yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 9 Maret 2026 ini dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional. Dalam pernyataan tersebut, pihak kedutaan mengungkapkan bahwa para agresor telah memperluas cakupan serangan mereka melampaui target militer.
Salah satu serangan yang disorot secara spesifik adalah penghancuran fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm. Pihak Iran menegaskan bahwa tindakan ini merupakan kejahatan nyata yang akan membawa konsekuensi berat bagi para pelakunya.
"Para agresor Amerika dan Zionis juga menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm," terang pihak kedutaan dalam pernyataan resmi pada Senin, (9/3/26).
Baca Juga: Iran: Tiga Kali Dikhianati, Teheran Tak Percaya Lagi Diplomasi dengan AS
Skala kerusakan sipil akibat agresi ini dilaporkan sangat masif. Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 9.669 target sipil telah hancur, yang mencakup 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, serta 32 pusat medis dan farmasi.
Selain itu, fasilitas pendidikan juga tidak luput dari serangan, dengan 65 sekolah dilaporkan rusak, termasuk insiden tragis yang menyebabkan kesyahidan 175 siswi Sekolah Dasar Syajarat Tayyibah di kota Minab.
Pihak Kedutaan juga melaporkan adanya serangan terhadap aset Iran di perairan internasional. Pada hari keenam agresi, kapal perang "Dena" milik Iran yang sedang dalam perjalanan menuju India untuk program pelatihan militer dihantam serangan tanpa peringatan di perairan internasional. Insiden yang menewaskan 104 putra bangsa Iran ini dianggap sebagai tindakan yang mengancam keamanan pelayaran internasional secara global.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta menutup laporannya dengan menyerukan kepada masyarakat dunia untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi kejahatan ini. Iran menilai tindakan Washington dan Tel Aviv bukan hanya ancaman bagi kedaulatan mereka, tetapi juga bagi perdamaian dan keamanan internasional. *