internasional

Profil Mojtaba Khamenei, Salah Satu Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Kamis, 5 Maret 2026 | 05:23 WIB
Berikut profil Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang jadi salah satu calon kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. (X.com)

SENAYANPOST - Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, rumor tentang calon penggantinya semakin beredar luas.

Diketahui, Ali Khamenei gugur saat serangan mendadak Sabtu pagi, 28 Februari 2026 lalu yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Di tengah perang yang sedang berkecamuk, Majelis Pakar yang dilaporkan sedang bersidang untuk memutuskan pemimpin baru.

Salah satu nama yang beredar adalah Mojtaba Khamenei, salah satu putra mendiang Ali Khamenei.

Pria berusia 56 tahun ini secara luas dipandang sebagai tokoh garis keras di Iran.

Baca Juga: Seruan Doa Paus Leo XIV untuk Perdamaian Dunia Menguat di Tengah Eskalasi Konflik Global

Iran International, salah satu media oposisi negara itu mengklaim bahwa ia didorong untuk menduduki jabatan tertinggi oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pengangkatannya di tengah serangan berkelanjutan oleh AS dan Israel dapat dilihat sebagai tindakan pembangkangan, baik terhadap pembunuhan ayahnya maupun sebagai penolakan terhadap seruan untuk kompromi.

Mojtaba lahir di kota Mashhad pada tahun 1969 sebagai putra kedua Ali Khamenei dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, yang juga meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita pekan lalu.

Pada saat kelahirannya, Iran masih diperintah oleh Shah Mohammed Reza Pahlavi, yang kemudian digulingkan dalam protes massal yang sebagian besar dipimpin oleh ayah Mojtaba dan pemimpin tertinggi pertama Republik Islam, Ruhollah Khomenei, pada tahun 1979.

Baca Juga: Agnez Monica Perlihatkan Kondisi Kota Dubai dari Apartemennya dsn Tepis Kecemasan Publik Soal Kondisi Timur Tengah

Ia tumbuh dewasa selama perang Iran-Irak, konflik yang menewaskan hingga satu juta warga Iran, dan bertugas sebagai bagian dari IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) pada tahun-tahun terakhir perang, sebelum melanjutkan studi teologi Islam.

Pengalaman Mojtaba di IRGC terbukti sangat berpengaruh.

Sebagai bagian dari pengabdiannya di Batalyon Habib Ibn Mazahir, faksi yang terkait dengan sukarelawan di IRGC, ia membangun berbagai kontak dengan tokoh-tokoh yang kemudian naik ke posisi senior di aparat keamanan dan intelijen Iran, termasuk Hossein Taeb, kepala Organisasi Intelijen IRGC di masa depan.

Halaman:

Tags

Terkini