internasional

Iran Tuding AS Picu Krisis di Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia di Ambang Risiko

Selasa, 3 Maret 2026 | 05:09 WIB
Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan soal Selat Hormuz yang saat ini jadi perhatian di tengah konflik Teheran dan Washington. (Dokumentasi SenayanPost.com)

SENAYANPOST - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Iran tidak memiliki kepentingan untuk menciptakan ketidakamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi titik vital perdagangan energi global.

Menurut Boroujerdi, Iran selama berabad-abad justru berperan sebagai penjaga stabilitas di kawasan tersebut yang juga adalah jalur energi dunia.

"Iran merupakan pihak yang sejak ratusan tahun lalu menyebarluaskan keamanan di kawasan Selat Hormuz, menjadi pengawas utama di sana dan tidak ingin ketidakamanan terjadi," ujar Boroujerdi pada 2 Maret 2026 dalam konferensi persnya.

Ia menilai ketegangan di wilayah itu justru dipicu oleh kehadiran kekuatan militer asing, khususnya Amerika Serikat, yang disebutnya membawa eskalasi ke jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca Juga: Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Sebut Negosiasi Selalu Digagalkan Serangan: APBN dan Tentara AS Disandera Israel

"Kali ini kapal-kapal induk Amerika lah yang datang ke Selat Hormuz dan menyerang integritas teritorial Iran," kata Boroujerdi.

Dubes Iran juga menuding Israel dan Amerika Serikat sebelumnya berupaya menyeret konflik ke wilayah Selat Hormuz, sehingga meningkatkan risiko ketidakstabilan di jalur perdagangan internasional tersebut.

Meski demikian, Boroujerdi menegaskan Iran tetap menginginkan stabilitas di kawasan, selama prinsip keamanan berlaku bagi semua pihak.

"Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah Israel, tentu keamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang ada di sana. Jika mereka ingin aman, kami pun sama," ujarnya.

Baca Juga: Dubes Iran: Israel Bukan Anggota NPT, Tapi Serang Teheran dan Menuduh Kami Ancaman

Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran global bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat berdampak pada keamanan jalur energi dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan rute utama pengiriman minyak internasional.***

Tags

Terkini