Di sisi yang lain, Iran juga menyebut bahwa serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan.
Oleh sebab itu, militer berjanji untuk membalas serta melancarkan serangan balasan.
Tak butuh waktu lama, Iran langsung melancarkan serangan balasan yang menyasar di sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.
Rentetan ledakan ini juga turut mengguncang beberapa negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.
Tercatat, wilayah tersebut mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, sampai Kuwait semuanya telah melaporkan insiden ledakan setelah AS-Israel menyerang Iran.(*)