SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menghentikan program pengayaan uranium.
Hal tersebut disampaikan oleh Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan India Today TV belum lama ini.
Diketahui, saat ini berlangsung pertemuan ketiga negosiasi nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Jenewa yang dimediasi oleh Oman.
Salah satu poin penting yang masih menjadi perdebatan dalam negosiasi itu adalah program pengayaan uranium Iran.
Baca Juga: Di Tengah Pidato Kenegaraan, Presiden AS Donald Trump Kembali Ultimatum Iran
AS telah menyerukan agar Teheran menghentikan pengayaan sepenuhnya, sementara para pejabat Iran bersikeras untuk mempertahankan pengayaan terbatas untuk tujuan energi sipil.
"Negosiasi dan diplomasi adalah satu-satunya pilihan. Kami siap untuk mengatasi kekhawatiran, tetapi kami tidak siap untuk melepaskan hak kami untuk penggunaan teknologi nuklir secara damai," kata Abbas Araghchi pada 25 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Ia juga menolak tuduhan bahwa Iran sedang memperluas kemampuan rudalnya.
"Kami tidak mengembangkan rudal jarak jauh. Kami sengaja membatasi jangkauan hingga di bawah 2000 km," katanya.
Baca Juga: Jarang-jarang, Presiden AS Donald Trump Lontarkan Pujian Langka pada Hamas di Pidato Kenegaraan
"Kami tidak ingin itu menjadi ancaman global. Kami hanya memilikinya untuk membela diri. Rudal kami membangun daya jera," ungkapnya.
Pada saat yang sama, Araghchi memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan dan perluasan pembangunan militer AS di sekitar Iran meningkatkan risiko konfrontasi.
"AS telah membangun kehadiran militer yang sangat besar di sekitar kita. Jika idenya adalah untuk mengancam kita agar kita menyerah, itu tidak akan terjadi," tegasnya.
Lebih lanjut, kementerian luar negeri Iran memperingatkan bahwa bentrokan militer apa pun akan dengan cepat meluas ke wilayah yang lebih luas.