internasional

Ali Larijani Tuduh Israel Penjajah Sabotase Negosiasi Program Nuklir antara AS dan Iran, Sebut Pengayaan Uranium 0 Persen Mustahil

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:05 WIB
Ali Larijani tuduh Israel lakukan sabotase terhadap negosiasi program nuklir antara AS dan Iran belum lama ini. (X.com/@alilarijani_ir)

SENAYANPOST - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani menuduh Israel penjajah yang berupaya sabotase negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait program nuklir, agar dapat memicu perang baru yang akan menggoyahkan stabilitas kawasan.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera Arabic selama kunjungannya ke Doha, Qatar,  Larijani mengatakan Israel telah mengarang dalih untuk mencoba menggagalkan negosiasi dengan Washington, karena pembicaraan yang diperbarui berada pada tahap yang sensitif.

"Negosiasi kami secara eksklusif dengan Amerika Serikat. Kami tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel," kata Ali Larijani pada 12 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

"Namun, Israel telah ikut campur dalam proses ini, dengan niat mereka untuk merusak dan menyabotase negosiasi ini," tambahnya.

Baca Juga: Ditanya soal Perubahan Rezim di Iran, Presiden AS Donald Trump: Tampaknya Itu akan Jadi Hal Terbaik

Ia mengatakan strategi Israel adalah 'untuk menggoyahkan stabilitas kawasan', dan bahwa agendanya 'melampaui kekhawatiran yang diduga tentang Iran'.

Ini seperti yang dibuktikan oleh serangannya terhadap ibu kota Qatar yang menargetkan pejabat Hamas pada bulan September.

"Mereka berjudi bukan hanya dengan Iran, tetapi juga Qatar, Arab Saudi, dan Turki," katanya, menyerukan para pemimpin regional untuk 'menyadari hal ini'.

Serangan Israel terhadap Iran pada bulan Juni terjadi ketika Teheran dan Washington terlibat dalam pembicaraan dan secara efektif menggagalkan negosiasi, yang telah berlangsung beberapa putaran.

Baca Juga: Lawatan Tak Biasa Netanyahu ke Washington, Terkait Iran?

Fokus pada Program Nuklir Iran

Namun, Larijani menegaskan kembali bahwa negosiasi akan dibatasi pada program nuklir Iran, dengan isu-isu seperti program rudal Iran, yang telah didorong AS untuk dibahas dalam pembicaraan, dan merupakan kekhawatiran utama bagi Israel, tidak akan dibahas.

"Ketika kami bertemu di meja perundingan, batasan yang jelas telah ditarik… pembicaraan kami hanya berpusat pada isu nuklir," katanya.

Ia menambahkan bahwa ini adalah pendekatan yang 'logis'.

Halaman:

Tags

Terkini