Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa 'armada besar' sedang menuju Iran.
Ia menyatakan harapan bahwa Teheran akan duduk di meja perundingan dan menyimpulkan kesepakatan yang 'adil dan merata', yang menyiratkan penolakan total terhadap senjata nuklir.
Pemimpin AS itu mengingatkan bahwa, pada Juni 2025, AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir di Iran dalam operasi yang diberi kode nama Midnight Hammer.
Trump memperingatkan bahwa 'serangan berikutnya akan jauh lebih buruk', dan mendesak 'untuk tidak mengulangi hal itu lagi'.***