internasional

Mantan Buronan AS Kini Presiden Sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa: Saya Tak Pernah Lukai Warga Sipil

Senin, 8 Desember 2025 | 11:07 WIB
Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa sebut dirinya tak pernah lukai warga sipil setelah sebelumnya sempat jadi buronan AS. (X.com/@SyPresidency)

SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa berbicara di Forum Doha edisi ke-23 belum lama ini.

Diwawancarai oleh jurnalis CNN Christiane Amanpour, pria yang dulunya dikenal sebagai Abu Mohammad Al Jolani ini memaparkan visi Suriah ke depannya, setelah berhasil menggulingkan Bashar Al Assad tahun lalu.

Dalam kesempatan itu, ia juga berkomentar soal masa lalunya sebagai salah satu buronan teroris Amerika Serikat (AS). 

Ia mengklaim bahwa 14 tahun perang saudara di Suriah telah menewaskan lebih dari satu juta orang dan lebih dari 250 ribu orang hilang.

Baca Juga: Pernah Diburu AS, Presiden Sementara Suriah Ahmad Al Sharaa Sebut Label Teroris Sering Dipolitisasi

"Selama 14 tahun terakhir, rezim Suriah telah menewaskan lebih dari satu juta orang di Suriah dan hingga saat ini, lebih dari 250.000 orang hilang, nasib mereka belum diketahui," kata Ahmad Al Sharaa pada 7 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Sana News Agency.

Al Sharaa juga mengatakan bahwa ia telah membuka seluruh penjara di Suriah dan sayangnya masih juga belum menemukan orang hilang.

"Kami telah membebaskan semua penjara, tetapi kami belum menemukan orang-orang yang hilang ini," lanjutnya.

Ia juga menuding Assad sebagai penyebab eksodus besar-besaran warga Suriah ke banyak negara dan mengaku heran mengapa mantan presiden Suriah itu tidak disebut teroris.

"Dan (rezim) menyebabkan pengungsian lebih dari 14 juta orang, namun tidak disebut teroris. Oleh karena itu, saya percaya bahwa setelah 25 tahun, orang-orang telah menyadari arti kata 'teroris' dan siapa sebenarnya yang pantas mendapatkan label ini," jelasnya.

Baca Juga: 'Pernah ke Suriah' Bukan Ijazah Geopolitik: Membedah Bias Influencer di Media Sosial

Al Sharaa dalam forum tersebut juga mengklaim tidak pernah menyakiti warga sipil.

"Secara pribadi, saya tidak pernah menyakiti warga sipil. Saya berjuang di berbagai medan perang selama lebih dari dua puluh tahun. Saya berjuang dengan terhormat. Sebaliknya, saya menghadapi risiko dan menempatkan diri saya dan semua orang yang bersama saya dalam bahaya agar warga sipil tidak berada dalam bahaya," ujarnya.

PBB: Hampir 100 Orang Diculik Sejak Januari 2025

Halaman:

Tags

Terkini