SENAYANPOST - Ekonom dan mantan penasihat PBB Jeffrey Sachs menuding bahwa undangan Amerika Serikat kepada Presiden sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa, tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang operasi rahasia CIA di wilayah itu.
"AS menghabiskan 14 tahun menggulingkan pemerintah Suriah lewat Operasi Timber Sycamore," ujar Sachs dalam sebuah wawancara baru-baru ini dalam YouTube Judge Napolitano Judging Freedom pada 5 November 2025.
Ahmad Al Sharaa yang sebelumnya adalah Abu Mohammad Al Jolani itu menurut Sachs adalah produk dari kebijakan luar negeri AS.
"Al Jolani hanyalah produk dari kebijakan itu, keberhasilan versi Washington," tambahnya.
Menurut Sachs, pola seperti ini bukan hal baru. Amerika, katanya, sudah sejak lama memanfaatkan kelompok jihadis sebagai pion dalam perang proksi untuk kepentingan geopolitiknya.
"AS membangun Al Qaeda di tahun 1980-an saat mendukung mujahidin di Afghanistan. Akibatnya, wilayah itu mengalami empat dekade ketidakstabilan yang diorkestrasi oleh intrik Amerika sendiri," terangnya.
Sachs menyebut Suriah hanyalah satu dari sekitar seratus kasus operasi perubahan rezim yang dijalankan CIA sejak lembaga itu berdiri tahun 1947.
Kabar rencana kunjungan Al Sharaa ke Washington pada pekan depan dikonfirmasi oleh Penasihat Media Kepresidenan Suriah, Dr Ahmad Zaidan.
Ahmad Zaidan, menegaskan bahwa kunjungan Presiden Al Sharaa ke AS, di mana beliau akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, merupakan peristiwa bersejarah karena merupakan kunjungan resmi pertama seorang Presiden Suriah ke Gedung Putih.
"Langkah ini merupakan langkah penting menuju dimulainya babak baru dalam hubungan kedua negara, yang bertujuan untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah," ujar Zaidan pada 6 November 2025, dikutip SenayanPost.com dari Sana News Agency.
Dalam wawancara dengan Al Arabiya TV, Zaidan menjelaskan bahwa Suriah kini mengadopsi pendekatan yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan kepentingan bersama dalam hubungannya dengan negara lain, dengan berupaya meningkatkan stabilitas dan keamanan di dalam negeri dan regional tanpa bergabung dengan blok atau aliansi mana pun.