Baca Juga: Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah
"Mengenai Iran, lukanya agak lebih dalam, dan kami tidak mengatakan akan ada perpecahan permanen antara kami dan Iran," tegas Presiden Al Sharaa.
Perjanjian Pelepasan antara Israel dan Suriah, yang ditandatangani pada 31 Mei 1974, meresmikan gencatan senjata yang berlaku setelah Perang 1973 dan membentuk pasukan penjaga perdamaian PBB untuk memisahkan pasukan Israel dan Suriah.
Teks perjanjian tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa "perjanjian ini bukanlah perjanjian damai. Perjanjian ini merupakan langkah menuju perdamaian yang adil dan langgeng berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 338 tanggal 22 Oktober 1973".
Setelah jatuhnya rezim Bashar Assad, Israel mengumumkan bahwa mereka menganggap perjanjian tersebut 'batal demi hukum' hingga stabilitas dipulihkan di Suriah.
Dalam kunjungan ke perbatasan Suriah Desember lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perjanjian tersebut telah 'runtuh'.***