SENAYANPOST - Platform cek fakta Suriah, Taakkad, baru saja mengungkap kasus pembunuhan satu keluarga Druze di Suwayda.
Mulanya, keluarga Druze ini dibunuh oleh milisi Hikmat Al Hijri seperti yang banyak diberitakan di media sosial.
Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, keluarga ini ternyata dibunuh oleh aparat yang terkait dengan otoritas yang saat ini dipimpin oleh Ahmad Al Sharaa atau sebelumnya dikenal sebagai Abu Muhammad Al Julani.
"Saluran yang menyesatkan mencoba mengaitkan kejahatan tersebut denga 'milisi Hikmat Al Hijri' dan mengklaim bahwa para korbannya adalah 'wanita dan putri klan' dan bahwa itu terjadi di Kota Shahba," tulis pernyataan dari Taakkad pada 17 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com.
Baca Juga: Menlu Suriah Asaad Al Shaibani Temui Delegasi Israel di Paris, Fokus Bahas Tiga Hal Penting Ini
Dalam penyelidikannya, Taakkad mengungkap bahwa pembunuhan tersebut terjadi pada 16 Juli 2025 di Suwayda.
Kemungkinan penyerang tersebut adalah orang-orang yang berafiliasi dengan otoritas Suriah.
Taakkad menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi di Kota Suwayda, bukan di Kota Shehba seperti yang tersebar di media sosial.
Menurut kesaksian korban selamat satu-satunya, orang-orang bersenjata menyerbu pada tanggal tersebut.
Korban tersebut juga memberikan nama lengkap korban, foto, video rumah, dan sekitarnya.
Taakkad mencoba mencocokkan ruang dan waktu melalui analisis visual dari fitur rumah dan perbandingan antara gambar yang beredar dari klaim dan yang di lapangan.
Setelah itu, pihak cek fakta mengungkapkan identitas korban dan lokasi dari tempat kejadian.
Keluarga korban juga siap untuk menyerahkan bukti-bukti dokumentasi ke penyelidikan independen.