SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al Shaibani baru-baru ini menemui delegasi di Paris, Prancis.
Pertemuan tersebut setidaknya membicarakan tiga hal penting, salah satunya tentang status Dataran Tinggi Golan.
Selain Dataran Tinggi Golan, Al Shaibani juga membahas soal deeskalasi dan prinsip non-intervensi dalam negeri urusan Suriah.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari SANA News Agency pada 20 Agustus 2025, pertemuan tersebut membahas lebih lanjut pengaktifan kembali perjanjian pelepasan tahun 1974 antara Israel dan Suriah yang menciptakan zona penyangga PBB di Dataran Tinggi Golan.
Ini adalah pertemuan kedua antara kedua belah pihak di ibu kota Prancis dalam waktu kurang dari sebulan setelah mereka sepakat pada bulan Juli untuk melanjutkan perundingan setelah tidak tercapai kesepakatan akhir mengenai deeskalasi ketegangan di Suriah selatan.
Ratusan orang dilaporkan tewas dalam bentrokan di provinsi Suwayda, Suriah selatan, antara pejuang Druze, suku Badui Sunni, dan pasukan pemerintah.
Israel melakukan intervensi dengan serangan udara untuk mencegah apa yang disebutnya sebagai pembunuhan massal warga Druze oleh pasukan pemerintah.
Bentrokan bulan lalu menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Presiden sementara Ahmed Al Sharaa dalam menstabilkan Suriah dan mempertahankan pemerintahan terpusat.
Baca Juga: Iran Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Ali Larijani Sebut Syarat Ini
Ini dilakukan meskipun hubungan dengan AS semakin menghangat dan kontak keamanan pemerintahannya dengan Israel semakin erat.