"Al Azhar menekankan bahwa keputusan yang tidak adil ini merupakan noda aib yang tak terhapuskan di dahi lembaga-lembaga internasional yang tidak mampu menghadapi kejahatan ini, menuntut diakhirinya kebijakan tragis pendudukan yang didasarkan pada arogansi dan kekerasan, yang meremehkan rakyat dan mengabaikan semua piagam, hukum, dan resolusi PBB internasional, sembari terus melakukan lebih banyak pembantaian dan pelanggaran terhadap rakyat Palestina, pemilik sah tanah tersebut," bebernya.
Di akhir pernyataannya, Al Azhar menyerukan perlunya menyatukan seluruh upaya Arab, Islam, dan internasional, serta mengintensifkan segala bentuk tekanan politik, diplomatik, dan hukum, untuk menghentikan tragedi sejarah besar ini, menghentikan absurditas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia ini.
Kemudian berdiri teguh melawan upaya Israel penjajah untuk menyeret seluruh wilayah ke dalam kekacauan dan kehancuran.***