internasional

Israel Tak Bergeming, Menkeu Bezalel Smotrich Lanjutkan Perang Sampai Rakyat Palestina Keluar Gaza dan Suriah Dipisahkan

Rabu, 30 April 2025 | 14:37 WIB
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich sebut akan terus berperang di Gaza sampai rakyat Palestina mengungsi dan Suriah dipisahkan. (X.com/@Levant_24_)

Lebih dari 52.000 warga Palestina telah tewas sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.

Namun, pernyataan Smotrich jauh melampaui Jalur Gaza, mengungkap keinginan untuk membentuk kembali seluruh Timur Tengah.

Baca Juga: Bukan di Vatikan, Ini Lokasi Paus Fransiskus Meminta Dimakamkan dan Jadwal Pemakamannya

Memecah-belah Suriah

Terkait Suriah, seruan Smotrich untuk memecah-belah negara tetangga Israel itu tampaknya bertentangan dengan pemerintahan Trump, yang menarik pasukan dari Suriah timur laut.

Anggota Kongres dari Partai Republik Marlin Stutzman mengatakan kepada The Times of Israel bahwa setelah bertemu dengan Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa selama kunjungan ke Damaskus pada bulan April, mantan presiden tersebut menyatakan 'keterbukaan' untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, tetapi khawatir Israel ingin membagi negaranya.

Israel mengirim pasukan untuk menduduki sebagian wilayah barat daya Suriah setelah pemerintahan Bashar Al Assad digulingkan oleh kelompok pemberontak Islam Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) pada bulan Desember.

Israel sejak itu telah bercokol di zona penyangga PBB yang ditunjuk dan melakukan kampanye pengeboman secara berkala.

Baca Juga: Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial

Awal bulan ini, Israel melancarkan serangan di Suriah yang menargetkan pangkalan udara Tiyas (juga dikenal sebagai T4), tempat Turki berencana untuk mengerahkan pasukan.

Middle East Eye mengungkapkan awal bulan ini bahwa Israel melobi pemerintahan Trump untuk mempertahankan jumlah pasukan yang lebih tinggi di Suriah barat laut, tetapi ditolak, termasuk oleh direktur Timur Tengah Trump di Dewan Keamanan Nasional.

Pejabat Israel telah menyatakan dukungannya terhadap komunitas minoritas Suriah seperti Kurdi dan Druze.

Namun, pejabat Kurdi regional telah mengatakan bahwa mereka kecewa karena tidak ada dukungan militer dan intelijen Israel yang diberikan.

Sementara itu, pemimpin Druze Suriah telah mengutuk invasi Israel ke Suriah barat daya.***

Halaman:

Tags

Terkini