internasional

Tepi Barat Palestina Memanas, Israel Penjajah Bunuh Wanita Hamil 8 Bulan, sang Suami Luka Parah

Senin, 10 Februari 2025 | 12:35 WIB
Ilustrasi, Israel penjajah bunuh wanita hamil 8 bulan dan suaminya di Tepi Barat Palestina yang kini memanas belum lama ini. (Instagram.com/@palestineredcrescent)

SENAYANPOST - Salah seorang wanita hamil 8 bulan di Tepi Barat Palestina menjadi korban kekejaman Israel penjajah belum lama ini.

Sundus Jamal Shalabi (23) yang diketahui sedang hamil besar itu ditembak dan dibunuh pasukan Israel pada Minggu, 9 Februari 2025.

Diketahui, Sundus merupakan salah satu korban penyerbuan tentara Israel di kamp pengungsi Nour Shams, Tepi Barat Palestina.

Sementara itu, suami Shalabi terluka dalam insiden serangan itu.

Baca Juga: Mesir Kutuk Keras Rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Bangun Negara Palestina di Arab Saudi

Tim medis tidak dapat menyelamatkan Shalabi dan bayinya yang belum lahir karena pasukan Israel menghalangi akses, menurut kementerian tersebut.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan kematian Shalabi adalah contoh terbaru dari penargetan warga sipil oleh militer Israel.

"Pendudukan menyelesaikan kejahatannya dengan menghalangi pekerjaan kru ambulans dua kali, pertama kali dengan menghalangi ambulans untuk mencapai yang terluka dan mencoba menyelamatkan mereka," bunyi pernyataan resmi Kemlu Palestina pada 9 Februari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

"Dan yang kedua dengan sengaja menahan ambulans dan menunda kedatangannya ke rumah sakit pemerintah Thabet, yang sudah dikepung oleh pasukan pendudukan," lanjutnya.

Baca Juga: Eks Menhan Israel Yoav Gallant Tuding Netanyahu Lambat Ambil Keputusan soal Invasi Darat Jalur Gaza

Kementerian tersebut menambahkan bahwa mereka menindaklanjuti kejahatan yang dilakukan Israel penjajah dan meminta pertanggungjawaban.

"Kejahatan pembunuhan, pembersihan etnis, dan pemindahan paksa yang dilakukan oleh pasukan pendudukan dengan berbagai badan internasional dan lembaga PBB untuk meminta pertanggungjawaban penjahat perang Israel," lanjutnya.

Jurnalis Khaled Bdair menggambarkan pembunuhan seorang wanita saat keluarganya berusaha melarikan diri dari lingkungan Al-Manshiya, sebelah timur kamp pengungsi Nour Shams.

Pasangan tersebut dan kedua anak mereka berada di dalam kendaraan mereka ketika pasukan Israel melepaskan tembakan langsung ke arah mereka.

Halaman:

Tags

Terkini