internasional

Pembantaian Makin Parah di Gaza Utara, Israel Penjajah Usir 100 Ribu Rakyat Palestina dalam 24 Jam Terakhir

Sabtu, 16 November 2024 | 21:09 WIB
Israel penjajah lakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina di Gaza, berhasil usir 100.000 warga dalam Rencana Jenderal. (X.com/@ezzingaza)

SENAYANPOST - Setidaknya 100 ribu rakyat Palestina di Gaza Utara diusir penjajah Israel dalam 24 jam terakhir.

Tidak hanya itu, Israel juga semakin brutal melakukan pembantaian atau genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza Utara.

Diketahui, Israel tengah melakukan Rencana Jenderal, sebuah rencana biadab pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina.

PBB melaporkan pada 15 November bahwa setidaknya 100 ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan Gaza Utara dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: Kepala Staf Netanyahu Diduga Manipulasi Pembicaraan 7 Oktober 2023

Mengungsinya ratusan ribu warga karena kondisi yang sudah sangat buruk terus memburuk di tengah serangan udara Israel yang terus-menerus dan penolakan permintaan pengiriman bantuan.

"Kekacauan, penderitaan, keputusasaan, kematian, dan kehancuran di Gaza utara adalah kenyataan sehari-hari karena akses berada pada titik terendah," kata Jens Laerke, juru bicara Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB (OCHA) pada 15 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Semua indikator di Gaza menunjukkan bahwa “kita menuju ke arah yang salah,” tambah Laerke.

"Pengungsian berada pada titik tertinggi, dan hampir mustahil untuk mengirimkan bantuan ke sana," ia memperingatkan.

Baca Juga: Hizbullah Serang Markas Militer Israel di Tel Aviv Dua Kali Sehari

Staf yang bekerja di lapangan di Gaza memberi tahu Laerke bahwa upaya PBB untuk mengirimkan bantuan sedang 'terhambat'.

"Salah seorang kolega saya menggambarkannya sebagai, dari sisi kemanusiaan untuk seorang pekerja kemanusiaan, (bahwa) ketika Anda dihadapkan pada situasi seperti itu, Anda ingin melompat. Anda ingin melompat dan melakukan sesuatu. Namun yang ditambahkannya adalah, kaki kami patah; kami diminta untuk melompat, tetapi kaki kami patah. Itulah gambarannya saat ini," bebernya.

Israel saat ini berusaha untuk melaksanakan apa yang disebut Rencana Jenderal dengan menggusur paksa ratusan ribu warga Palestina dari rumah mereka di kota-kota Gaza utara Jabalia, Beit Lahia, dan Beit Hanoun sambil membuat kelaparan atau membunuh siapa pun yang tersisa.

Sebuah laporan baru-baru ini dari TV Channel 12 Israel menunjukkan warga Palestina yang kelaparan dan kehausan melarikan diri melalui salah satu 'titik drainase' tentara Israel di Jabalia.

Halaman:

Tags

Terkini