internasional

Israel Penjajah Kembali Serang UNIFIL, Dua Kamera Hancur dan Menara Pengawas Rusak

Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:35 WIB
Israel penjajah kembali serang menara pemantau UNIFIL di Lebanon,sebelumnya melakukan hal yang sama dan lukai pasukan penjaga perdamaian. (X.com/@UNIFIL_)

SENAYANPOST - Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) kembali menjadi sasaran tentara Israel (IDF) di Lebanon selatan.

Dalam laporan yang dirilis oleh UNIFIL, tentara Israel melakukan serangan langsung dan tampak disengaja yang menargetkan menara pengawas.

Pasukan penjaga perdamaian di kota selatan Kfar Kila melihat tank tentara Israel menembaki menara pengawas mereka.

"Dua kamera hancur dan menara rusak," kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 16 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Lebih lanjut, UNIFIL mengungkapkan bahwa tembakan tersebut dilakukan secara langsung dan mengarah kepada menara pengawas pasukan penjaga perdamaian PBB itu.

Baca Juga: Tentara Cadangan Israel Protes, Desak Netanyahu Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Hamas

"Tembakan langsung dan tampaknya disengaja terhadap posisi UNIFIL," lanjutnya.

UNIFIL mengeluarkan kecaman keras pada hari Minggu menyusul pelanggaran ketiga yang disengaja oleh "Israel" di mana IDF melintasi Garis Biru ke Lebanon dan secara paksa memasuki posisi PBB di Ramyah.

Menurut pernyataan tersebut, tiga peleton tentara IDF, yang didukung oleh dua tank Merkava, menyeberang ke area tersebut sekitar pukul 4.30 pagi, menghancurkan gerbang utama pangkalan PBB dan menuntut agar kompleks tersebut mematikan lampunya.

Tank-tank tersebut mundur sekitar 45 menit kemudian setelah UNIFIL mengajukan protes resmi melalui saluran penghubung yang telah ditetapkan.

Sekitar pukul 6.40 pagi, pasukan penjaga perdamaian di posisi PBB yang sama melaporkan adanya tembakan di dekatnya, dengan asap memasuki kamp.

Baca Juga: Satu Tahun Lebih Genosida di Gaza, Kemanakah Otoritas Palestina?

Meskipun menggunakan masker pelindung, 15 pasukan penjaga perdamaian mengalami iritasi kulit dan masalah gastrointestinal karena asap, sehingga memerlukan perawatan medis.

UNIFIL juga melaporkan bahwa tentara IDF menghalangi pergerakan logistik PBB yang penting di dekat Mays al-Jabal pada hari Sabtu, sehingga menghalangi jalannya dan mencegah penyelesaian misi.

Halaman:

Tags

Terkini