SENAYANPOST - Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Giora Eiland mengatakan bahwa negaranya tidak akan mampu mencapai 'kemenangan penuh' di Gaza dan Lebanon seperti yang digembar-gemborkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dalam sebuah wawancara di Channel 12 Israel, Eiland mengatakan bahwa Hamas dan Hizbullah tidak akan menyerah dan akan selalu ada yang terus menembak.
Lebih lanjut, Eiland juga menyatakan bahwa perang di dua front tidak akan menguntungkan bagi Israel.
Menurutnya, akan lebih 'bijaksana' jika Netanyahu membuka pintu bagi penyelesaian politik.
Baca Juga: Hubungan AS dan Israel Merenggang, Presiden Joe Biden Sempat Sebut Netanyahu 'Pembohong Besar'
"Sangat disayangkan untuk terus percaya bahwa tekanan militer di Gaza dan Lebanon saja dapat mencapai keselamatan," kata Eiland pada 7 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Quds News Network.
Pada hari Senin, Brigade Qassam, sayap militer Hamas, meluncurkan rentetan rudal dari Gaza selatan menuju Tel Aviv pada peringatan pertama operasi Badai Al Aqsa dan perang Israel di Gaza.
Tak lama setelah itu, Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Al Qassam menyampaikan pidato tepat satu tahun operasi militer tersebut.
Abu Ubaidah dalam pidatonya menegaskan bahwa faksi Perlawanan Palestina akan terus melawan penindasan dan penjajahan yang dilakukan kepada rakyat, baik yang berada di Gaza maupun Tepi Barat.
Baca Juga: Netanyahu 'Sabotase' Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza, Joe Biden Justru Bilang Begini
Dalam pidato itu juga Abu Ubaidah mengungkap kondisi para sandera yang saat ini berada di tangan Hamas.
Ia mengatakan bahwa sandera tersebut berada dalam kondisi yang sulit di mana Israel terus membombardir daerah kantong tersebut.
Tidak sedikit sandera yang merupakan warga Israel yang diculik itu menjadi korban dari serangan udara Israel yang senjatanya dipasok dari Amerika Serikat.
Sementara itu, Netanyahu dalam pidato peringatan satu tahun operasi Badai Al Aqsa menegaskan akan terus berperang melawan Hamas di Jalur Gaza sampai semua sandera bisa diselamatkan.