SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) ultimatum Israel dan Hamas untuk segera menyepakati proposal gencatan senjata di Gaza.
Ultimatum ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di tengah kunjungannya ke Timur Tengah.
Belum lama ini, Blinken menemui Presiden Israel Isaac Herzog dan mendesaknya untuk segera menyetujui proposal gencatan senjata dengan Hamas.
Sementara itu, Hamas sangsi dengan kesepakatan gencatan senjata seperti yang disampaikan oleh AS selama ini.
Baca Juga: Laporan NYT Ungkap Netanyahu Tambah Syarat Baru Gencatan Senjata di Gaza
Hamas mengaku kesepakatan gencatan senjata saat ini saat sulit di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus-menerus dianggap melakukan sabotase.
Meskipun begitu, negosiasi akan dilanjutkan pada minggu ini untuk segera menghasilkan kesepakatan.
Sebagai tambahan informasi, Gaza telah melalui 318 hari genosida yang dilakukan oleh Israel.
Agar kesepakatan segera terjadi, Blinken langsung berangkat ke Timur Tengah untuk memastikannya.
Baca Juga: Hari ke-317 Genosida: Israel Penjajah Masih Bombardir Jalur Gaza, Sisakan 11 Persen Zona Aman
Blinken bertemu dengan Presiden Herzog pada Senin sebelum menemui Netanyahu.
"Ini adalah momen yang menentukan, mungkin yang terbaik, mungkin kesempatan terakhir untuk membawa pulang para sandera, untuk mendapatkan gencatan senjata dan untuk menempatkan semua orang di jalur yang lebih baik menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng," kata Blinken kepada wartawan sebelum bertemu dengan Herzog pada 19 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Perundingan yang berlangsung selama berbulan-bulan telah membahas isu yang sama, dengan Israel mengatakan perang hanya dapat berakhir dengan penghancuran Hamas sebagai kekuatan militer dan politik.
Di lain pihak, Hamas mengatakan pihaknya hanya akan menerima gencatan senjata permanen, bukan sementara.
Baca Juga: Pemukim Ilegal Israel Frustasi dengan Netanyahu, Tuntut Mengundurkan Diri atau Mati