Baca Juga: AS Ingatkan Negara G7 Serangan Hizbullah dan Iran ke Israel: Terjadi dalam 24 atau 48 Jam ke Depan
Dalam pernyataan berbahasa Inggris pada hari Sabtu, Juru Bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa menurut berbagai indikasi intelijen ada kemungkinan besar bahwa komandan Brigade Kamp Pusat Jihad Islam, Ashraf Juda, juga berada di sekolah tersebut ketika sekolah itu diserang.
Dia mengatakan belum jelas apakah Juda terbunuh dalam serangan itu.
"Dalam beberapa bulan terakhir, Hamas makin fokus mengeksploitasi gedung sekolah, yang sering kali menjadi tempat berlindung warga sipil, untuk menggunakannya sebagai fasilitas militer, pusat komando dan kendali, tempat penyimpanan senjata, dan untuk melancarkan serangan teroris," kata Daniel Hagari yang disampaikan pada 11 Agustus 2024.
"Selama beberapa minggu terakhir, intelijen kami telah memantau secara ketat fasilitas militer Hamas dan Jihad Islam yang aktif, tempat sekitar dua lusin militan Hamas dan Jihad Islam beroperasi," lanjutnya.
Baca Juga: Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel
"Setelah kami menerima intelijen yang jelas tentang ancaman yang ditimbulkan oleh para teroris ini dan sesuai dengan hukum humaniter internasional, kami mengambil berbagai langkah untuk mengurangi risiko bagi warga sipil, termasuk menggunakan pengawasan udara sebelum serangan dan memilih amunisi yang sangat tepat untuk menghindari jatuhnya korban sipil," terangnya.
"Pagi ini, IDF melakukan serangan tepat sasaran terhadap para teroris di satu gedung tertentu di kompleks tersebut. Sebuah area yang, menurut intelijen kami, tidak ada wanita dan anak-anak di sana," jelasnya.
Hagari juga mengatakan bahwa jumlah korban Hamas tidak membedakan antara kombatan dan non-kombatan, dan jumlah tersebut tidak sesuai dengan informasi yang dimiliki oleh IDF.***