SENAYANPOST - Israel penjajah mengklaim telah mengeksekusi 19 teroris di Sekolah Al Tabiin, Kota Gaza pada Sabtu pagi saat warga menunaikan salat subuh lewat serangan udara.
19 orang yang diklaim teroris oleh Israel penjajah tersebut termasuk di antaranya adalah anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina.
Sementara itu, badan pertahanan sipil Gaza mengklaim 100 orang lebih warga syahid akibat serangan brutal Israel penjajah tersebut.
Aksi Israel penjajah ini tentu saja menuai kecaman keras dan sorotan dari dunia internasional.
Baca Juga: Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza
Gedung Putih mengatakan "sangat prihatin" tentang serangan udara itu dan sedang mencari rincian lebih lanjut.
Dikatakan terlalu banyak warga sipil yang terus terbunuh dalam perang Gaza.
Dewan Keamanan Nasional AS, Sean Savett mengaku prihatin atas serangan brutal tersebut.
"Kami tahu Hamas telah menggunakan sekolah sebagai lokasi untuk berkumpul dan beroperasi, tetapi kami juga telah mengatakan berulang kali dan secara konsisten bahwa Israel harus mengambil tindakan untuk meminimalkan kerugian warga sipil," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional Sean Savett pada 10 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Baca Juga: Pengamat Sebut Poros Perlawanan Rencanakan Serangan Balasan Serentak ke Israel Penjajah
"Sekali lagi, terlalu banyak warga sipil yang terbunuh," kata Wakil Presiden AS dan calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris kepada wartawan secara terpisah pada hari Sabtu sambil juga menegaskan kembali seruan untuk gencatan senjata di Gaza.
Menurut IDF, serangan itu dilakukan dengan menggunakan tiga "amunisi presisi" terhadap ruang komando kedua kelompok teror yang tertanam di dalam sebuah masjid di kompleks sekolah Al Tabiin.
Militer mengatakan bahwa rekaman setelah serangan menunjukkan bahwa tidak ada kerusakan besar pada kompleks sekolah di sekitarnya.
Dikatakan juga bahwa rudal tidak mungkin menyebabkan kerusakan yang sesuai dengan laporan korban dari kantor media pemerintah di Gaza.
Artikel Terkait
Hadiri Sholat Ghaib untuk Ismail Haniyeh, Dubes Iran Nyatakan Balasan Lebih Keras untuk Israel
Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel
AS Ingatkan Negara G7 Serangan Hizbullah dan Iran ke Israel: Terjadi dalam 24 atau 48 Jam ke Depan
Pengamat Sebut Poros Perlawanan Rencanakan Serangan Balasan Serentak ke Israel Penjajah
Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza