SENAYANPOST - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jerman baru ini memberikan suara untuk mendukung pelarangan simbol segitiga merah khas sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam.
Persatuan Demokratik Kristen (CDU) dan Partai Demokrat Sosial (SPD) telah mengajukan mosi mendesak untuk memberlakukan larangan terhadap segitiga yang digunakan oleh Hamas sebagai simbol untuk menandai target mereka, yang memperoleh mayoritas suara dalam sesi pleno parlemen Jerman.
Burkard Dregger, juru bicara kebijakan dalam negeri fraksi CDU, menyatakan bahwa tujuannya adalah agar Kantor Administratif Berlin melarang penggunaan simbol tersebut.
Persatuan Demokratik Kristen (CDU) dan Partai Demokrat Sosial (SPD) telah mengajukan mosi mendesak untuk memberlakukan larangan terhadap segitiga yang digunakan oleh Hamas sebagai simbol untuk menandai target mereka, yang memperoleh mayoritas suara dalam sesi pleno parlemen Jerman.
Burkard Dregger, juru bicara kebijakan dalam negeri fraksi CDU, menyatakan bahwa tujuannya adalah agar Kantor Administratif Berlin melarang penggunaan simbol tersebut.
Baca Juga: معنى السنة الإسلامية الجديدة لتعزيز القومية
"Kedua, pemerintah federal harus memperluas larangan Hamas untuk mencakup larangan segitiga Hamas," kata Burkard Dregger pada 5 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Martin Matz dari SPD mengatakan bahwa Hamas menggunakan simbol tersebut untuk menandai orang-orang sebagai target.
Matz mengklaim bahwa larangan penggunaan segitiga tersebut dibenarkan karena alasan yang baik.
Martin Matz dari SPD mengatakan bahwa Hamas menggunakan simbol tersebut untuk menandai orang-orang sebagai target.
Matz mengklaim bahwa larangan penggunaan segitiga tersebut dibenarkan karena alasan yang baik.
Baca Juga: Mantan Wakil Kepala BIN : Jika Kita Memakai Aksara Hanacaraka Hacker Sulit Membobol Jaringan Cyber
Namun, ia gagal menyebutkan bahwa target yang ditampilkan dalam video kelompok Perlawanan Palestina hanya mencakup tentara Israel dan personel serta kendaraan militer.
Di sisi lain, partai oposisi, Partai Hijau, Partai Kiri, dan AfD, tidak mendukung aplikasi tersebut.
Vasili Franco dari Partai Hijau menunjukkan bahwa larangan total tidak tercakup dalam hak berkumpul atau kebebasan berpendapat.
Namun, ia gagal menyebutkan bahwa target yang ditampilkan dalam video kelompok Perlawanan Palestina hanya mencakup tentara Israel dan personel serta kendaraan militer.
Di sisi lain, partai oposisi, Partai Hijau, Partai Kiri, dan AfD, tidak mendukung aplikasi tersebut.
Vasili Franco dari Partai Hijau menunjukkan bahwa larangan total tidak tercakup dalam hak berkumpul atau kebebasan berpendapat.
Baca Juga: Ratusan Warga Israel Demo ke Rumah PM Benjamin Netanyahu
Senada dengan itu, Niklas Schrader dari Partai Kiri menyatakan bahwa aplikasi tersebut tidak tepat dan merupakan kasus politik simbolik yang tidak efektif.
Ia berpendapat bahwa segitiga merah memiliki sejarah panjang dan juga digunakan oleh organisasi lain yang menghadapi kriminalisasi.
"Jika seseorang ingin menempatkan segitiga tersebut di bawah hukuman, seseorang harus membedakannya dengan jelas," kata Niklas Schrader.***
Senada dengan itu, Niklas Schrader dari Partai Kiri menyatakan bahwa aplikasi tersebut tidak tepat dan merupakan kasus politik simbolik yang tidak efektif.
Ia berpendapat bahwa segitiga merah memiliki sejarah panjang dan juga digunakan oleh organisasi lain yang menghadapi kriminalisasi.
"Jika seseorang ingin menempatkan segitiga tersebut di bawah hukuman, seseorang harus membedakannya dengan jelas," kata Niklas Schrader.***