Mantan Wakil Kepala BIN : Jika Kita Memakai Aksara Hanacaraka Hacker Sulit Membobol Jaringan Cyber

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 8 Juli 2024 | 13:42 WIB
DR KH As'ad Said Ali dan Delegasi Taliban (Mushab Muqoddas)
DR KH As'ad Said Ali dan Delegasi Taliban (Mushab Muqoddas)

 

Redaksi Senayan Post pada Senin 8 Juli 2024 berkesempatan mewawancarai Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) DR KH As’ad Said Ali yang merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terkait makna penting dari Tahun Baru Islam bagi nasionalisme Bangsa Indoensia. Berikut wawancaranya :

 

Seperti apa latar belakang Tahun baru Islam yang sering disebut berdasarkan Penanggalan Hijriyah ?


Tidak terasa kita memasuki hari kedua bulan Muharram atau bulan Suro dalam Kalender Jawa yang dimulai sejak kemarin. Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan Islam atau yang dikenal dengan Kalender Hijriyah yang berdasarkan pada perputaran bulan. Penetapan Kalender Hijriyah ini ditetapkan oleh Khalifah Kedua Sayidina Umar bin Khattab RA pada 638 M sesuai awal kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Sebelumnya masyarakat Arab waktu itu umumnya menggunakan penanggalan Masehi dan sebagian kecil menggunakan penanggalan yang berdasarkan perputaran bulan, terutama para nelayan dan pedagang antar wilayah untuk menuntun navigasi di laut dan padang pasir.

 

Apa urgensi Penanggalan Hijriyah bagi Umat Islam ?

Penanggalan Hijriyah tentu saja sangat dibutuhkan terutama karena penentuan waktu sholat, puasa dan lain-lainnya yang banyak merujuk pada perputaran bulan, disamping matahari. Nama nama bulan hijriah banyak berbeda dengan yang digunakan oleh orang-orang Arab sebelum Islam. Nama nama hari yang kita pakai dari Ahad sampai Sabtu merujuk pada nama hari sesuai Penaggalan Hijriyah yang di mana Ahad berarti Hari Pertama kemudian Senin dari Isanain yang berarti Hari Kedua dan seterusnya.

 

Apakah Bangsa Arab menggunakan Penanggalan Kuno ?
Sampai sekarang ini sebagian negara-negara Arab masih menggunakan sistem warisan leluhur mereka misalnya Syria dan Lebanon yang dulunya ditinggali oleh Bangsa Assyria, disamping kalender Masehi. Mereka dulu dikenal sebagai Bangsa Assyria yang wilayahnya sampai ke Iraq dan sebagian Jazirah Arab. Nama nama bulan kuno masih dipakai sampai saat ini misalnya Shwat atau Sewat sama dengan Januari, Adaar sama dengan Februari, Nisaan sama dengan Maret dan seterusnya.

 

Apakah Bangsa Indonesia juga menggunakan Penanggalan Kuno ?
Bangsa kita juga menggunakan sistem penanggalan modern, disamping itu juga tetap menggunakan sistem penanggalan lokal sampai saat ini. Di samping menggunakan nama hari Ahad sampai Sabtu, sebagian kita mengenal nama-nama hari seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan lain-lain. Khasanah budaya tetap kita pelihara guna menjagi identitas bangsa tercinta.

 

Apa warisan penting lainnya Bangsa Indonesia yang harus dilestarikan ?
Bangsa kita punya warisan berharga, tetapi kita lupakan yaitu Huruf Jawa Kuno (Hanacaraka) yang dahulu kala menjadi huruf yang digunakan oleh berbagai suku bukan hanya di Pulau Jawa. Huruf-huruf tersebut menjadi perekat sehingga identitas kebangsaan tetap utuh terpelihara. Kalau kode-kode internet dan cyber kita gunakan dengan menggunakan tulisan Hanacaraka, hacker tidak akan bisa membobol jaringan cyber kita. (Muqoddas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X