SENAYANPOST - Tentara pendudukan Israel atau IOF berusaha menghadang keras warga Palestina yang ingin menunaikan salat Idul Adha di Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur.
Ratusan orang, sebagian besar pemuda, dicegah di pos pemeriksaan di Kota Tua untuk mencapai tempat suci ketiga umat Islam tersebut.
Beberapa diantaranya dipukuli dengan tongkat dan didorong oleh petugas Israel penjajah.
Baca Juga: Resep Rendang Daging Sapi Khas Padang untuk Idul Adha, Dijamin Empuk dan Bikin Ketagihan
Menjelang salat Idul Adha yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia pada akhir ibadah haji ke Mekkah, pasukan Israel juga menyerbu halaman Masjid Al Aqsa.
Wakaf Islam, atau wakaf keagamaan, menyebutkan hanya sekitar 40.000 warga Palestina yang berhasil melaksanakan salat di dalam Masjid Al Aqsa.
Salat Idul Fitri dan Idul Adha sering kali menarik ratusan ribu warga Palestina dari Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Israel.
Baca Juga: Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Ada Apa?
Namun, pemerintah Israel telah meningkatkan pembatasan akses umat Islam ke situs Yerusalem sejak 7 Oktober, sehingga sangat membatasi jumlah orang yang diperbolehkan masuk.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye, pembatasan serupa juga diberlakukan terhadap warga Palestina di Masjid Ibrahimi di Hebron, di mana tentara Israel hanya mengizinkan 8.000 orang untuk salat di sana, menurut media lokal.
Di Gaza yang dilanda perang, warga Palestina mengadakan salat Idul Adha di samping reruntuhan rumah dan masjid yang hancur.
Baca Juga: AS Tambah Impor Minyak dari Irak
Perang Israel di wilayah yang terkepung, yang kini memasuki bulan kesembilan, telah merusak sebagian besar bangunan tempat tinggal dan masjid, mengubah daerah kantong seluas 365 km persegi itu menjadi seperti neraka.
Lebih dari 800 masjid telah rusak, termasuk 600 masjid yang hancur total, menurut kantor media pemerintah yang berbasis di Gaza.