SENAYANPOST - Simak isi teks lengkap jawaban Hamas terhadap proposal gencatan senjata di Gaza kepada Israel yang baru dirilis belum lama ini.
Dalam proposal gencatan senjata tersebut, kelompok Perlawanan Palestina meminta Israel penjajah untuk mengakhiri blokade di Gaza.
Berdasarkan amandemen yang diserahkan kepada mediator Mesir dan Qatar awal Juni ini, Hamas menuntut diakhirinya blokade selama 17 tahun yang membatasi pergerakan warga sekaligus barang-barang di Gaza.
Amandemen lainnya juga mengungkap bahwa Hamas menuntut Israel untuk menarik seluruh pasukannya dari Gaza, termasuk penyeberangan Rafah.
Baca Juga: 253 Genosida di Gaza, Hamas Tuntut Posisi Israel dalam Gencatan Senjata
Selain itu, Hamas juga meminta Rusia, China, dan Turki sebagai penjamin.
Berikut ini teks lengkap jawaban Hamas terhadap proposal gencatan senjata di Gaza sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Prinsip Umum kesepakatan antara pihak Israel dan pihak Palestina di Gaza mengenai pertukaran tahanan dan tahanan serta pemulihan ketenangan yang berkelanjutan
Tanggapan Palestina terhadap tanggapan Israel terhadap usulan 6 Mei 2024:
Tujuan kerangka kerja ini adalah pembebasan semua tahanan sipil dan militer Israel di Jalur Gaza, baik yang masih hidup atau tidak, terlepas dari tanggal dan durasi penahanan, dengan imbalan sejumlah tahanan di penjara-penjara Israel yang akan disepakati, dan memulihkan kondisi yang berkelanjutan, ketenangan yang akan mencapai gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, rekonstruksi Gaza dan pencabutan pengepungan, termasuk pembukaan seluruh penyeberangan perbatasan, dan memfasilitasi pergerakan orang dan pengiriman barang tanpa batasan.
Perjanjian kerangka kerja dibuat melalui tiga tahapan yang saling berhubungan, dengan ketentuan sebagai berikut:
Tahap Pertama (42 hari)
1. Penghentian sementara operasi militer oleh kedua belah pihak dan penarikan pasukan Israel ke arah timur dari daerah padat penduduk di sepanjang perbatasan di seluruh wilayah Jalur Gaza termasuk Koridor Philadelphi dan lembah Gaza (poros Netzarim dan bundaran Kuwait) sebagaimana ditentukan di bawah ini.
Baca Juga: Sibuk Urus Haji, Pangeran MBS Tidak Hadiri KTT G7