SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) nampak berusaha menggagalkan pembentukan negara Palestina yang berdaulat yang diusulkan beberapa negara Arab.
Sebagaimana diketahui, saat ini banyak negara termasuk Indonesia mengusahakan two state solution atau solusi dua negara atas permasalahan Israel dan Palestina.
Sementara itu, Israel yang saat ini dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tampak menihilkan solusi tersebut dan terus ingin berperang di Gaza.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle, pada bulan April, para menteri dari Arab Saudi, UEA, Qatar, Mesir, Yordania, dan Otoritas Palestina (PA) selesai menyusun visi mereka untuk masa depan Palestina setelah perang Israel di Gaza saat ini.
Baca Juga: Propaganda Israel Terkait Terowongan di Sinai Mesir
Rencana tersebut mencakup pengakuan internasional segera atas negara Palestina dan pembentukan pasukan penjaga perdamaian di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Pembicaraan perdamaian antara Israel dan Otoritas Palestina akan selesai dalam waktu dua tahun dan akan mengarah pada pengalihan kendali Israel atas penyeberangan Tepi Barat ke Otoritas Palestina.
Namun, menurut seorang diplomat senior Arab yang mengetahui masalah ini, AS menganggap usulan Arab tersebut 'sama sekali tidak realistis'.
Karena tidak ingin menolak usulan Arab tanpa menawarkan alternatif lain, Departemen Luar Negeri AS menyusun serangkaian prinsip yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melanjutkan pembicaraan dengan sekutu Arabnya, kata pejabat Arab tersebut.
Baca Juga: Abu Ubaidah Sebut Israel Bunuh Beberapa Sandera di Nuseirat Gaza
The Times of Israel mencatat bahwa rencana AS mengklaim mendukung pembentukan negara Palestina tetapi tidak menganjurkan 'jalan yang terikat waktu dan tidak dapat diubah menuju negara Palestina', seperti yang sebelumnya dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken agar Arab Saudi menyetujui normalisasi dengan Israel.
Selain itu, Netanyahu dan menteri lain di pemerintahannya telah menyatakan bahwa mereka menolak rencana apa pun untuk mendirikan negara Palestina.
Mencegah solusi dua negara telah menjadi kebijakan Israel selama beberapa dekade, seiring dengan keinginan para pemimpin Israel untuk menjajah Tepi Barat dengan memperluas pemukiman Yahudi di sana.
Para pemimpin Israel juga telah menyatakan keinginan mereka untuk membangun pemukiman Yahudi di Gaza jika mereka berhasil menaklukkannya dan mengusir 2,3 juta penduduk Palestina di jalur tersebut.