internasional

900 Orang Tua Tentara Israel Desak IDF Batalkan Serangan ke Rafah, Sebut Gaza Selatan Perangkap Mematikan

Selasa, 14 Mei 2024 | 16:37 WIB
Orang tua dari 900 tentara Israel mendesak agar IDF segera membatalkan invasi Rafah di Gaza Selatan, sebut perangkap mematikan. (Twitter.com/@MOSSADil)

SENAYANPOST - Orang tua tentara Israel terhitung lebih dari 900 meneken surat yang berisi desakan kepada Israel Defense Force (IDF) untuk membatalkan serangan ke Rafah, daerah Gaza bagian selatan.

Lebih lanjut, para orang tua tersebut menyebut bahwa Rafah adalah perangkap mematikan bagi anak-anak mereka yang saat ini melaksanakan tugas sebagai tentara IDF.

Sebagaimana diketahui, Israel penjajah saat ini sedang membombardir Rafah dan Gaza Utara setelah sebelumnya ditekan Amerika Serikat (AS) untuk tidak melakukannya.

"Terbukti bagi siapa pun yang memiliki akal sehat bahwa setelah berbulan-bulan peringatan dan pengumuman mengenai serangan ke Rafah, ada kekuatan di sisi lain yang secara aktif bersiap untuk menyerang pasukan kami," demikian isi surat yang dikirim pada tanggal 2 Mei sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Guardian.

Surat tersebut juga menyebutkan bahwa anak-anak mereka yang dikirim ke medan perang mengalami kelelahan fisik dan mental.

Baca Juga: Israel Penjajah Terus Bombardir Gaza, Hamas Berikan Perlawanan Sengit

"Anak-anak kami kelelahan secara fisik dan mental," tambah surat itu, yang ditujukan kepada menteri pertahanan, Yoav Gallant, dan kepala staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letjen Herzi Halevi.

Para orang tua yang khawatir itu mengatakan bahwa mengirim anak-anaknya ke Rafah adalah sebuah kesalahan.

"Dan sekarang, kalian berniat mengirim mereka ke situasi berbahaya ini? … Tampaknya ini hanyalah sebuah kecerobohan," lanjut surat tersebut.

Surat tersebut awalnya ditandatangani oleh orang tua dari sekitar 600 tentara namun dalam beberapa hari terakhir orang tua dari 300 tentara lainnya telah menandatanganinya.

Antara 360.000 dan 500.000 warga Palestina telah meninggalkan Rafah dalam seminggu terakhir setelah Israel memperingatkan untuk mengevakuasi wilayah timur dan tengah sebelum serangan baru yang tampaknya akan membuka fase baru konflik berdarah yang telah berlangsung selama delapan bulan.

Baca Juga: Lirik Lagu Hinds Hall dari Macklemore, Terinspirasi dari Protes Mahasiswa AS dan Hind Rajab Gadis Palestina yang Dibunuh Penjajah Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyatakan bahwa dia akan menolak tekanan AS untuk menunda serangan besar-besaran terhadap kota tersebut, tempat sekitar 1 juta warga Palestina mencari perlindungan setelah melarikan diri dari pertempuran pada awal konflik.

Pertempuran apa pun di Rafah kemungkinan besar akan rumit dan sulit. Hamas mempunyai waktu berbulan-bulan untuk memperkuat pertahanan di sana dan kompleks terowongan di bawah kota tersebut diperkirakan sebagian besar masih utuh.

Halaman:

Tags

Terkini