internasional

Usai Temui Pimpinan Hamas, Presiden Erdogan Serukan Persatuan Palestina

Minggu, 21 April 2024 | 14:35 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menemui pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh dan serukan persatuan Palestina. (Twitter.com/@trpresidency)

SENAYANPOST - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan serukan persatuan Palestina usai menemui petinggi Hamas, Ismail Haniyeh di Istanbul.

Erdogan berpendapat bahwa Palestina perlu untuk bersatu melawan penjajah Israel setelah meletus Badai Al Aqsa pada 7 Oktober tahun lalu dan berlangsung hingga kini.

Lebih lanjut, Erdogan menilai persatuan Palestina akan mendesak Israel untuk melakukan gencatan senjata permanen di Gaza dan mendinginkan situasi di Tepi Barat yang kini ikut memanas.

Sebelumnya, Turki berulang kali mengecam serangan Israel ke Gaza dan disaat yang bersamaan gagal menghentikan konflik di kawasan tersebut.

Terbaru, penjajah Israel akan melakukan serangan baru di Rafah, kota terpadat di Gaza yang ditempati lebih dari satu juta pengungsi.

Baca Juga: Hamas Tuntut Penjajah Israel Ikuti Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

"Sangat penting bagi warga Palestina untuk bertindak dengan kesatuan dalam proses ini. Respon terkuat terhadap Israel dan jalan menuju kemenangan terletak pada persatuan dan integritas," kata Erdogan pada 20 April 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Ketika ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel memicu ketakutan akan perang regional yang lebih luas, Erdogan mengatakan kejadian baru-baru ini tidak boleh membiarkan Israel mendapatkan kekuatan dan penting untuk bertindak dengan cara yang tetap memperhatikan Gaza.

Hamas memiliki kantor di Turki sejak 2011, ketika Turki membantu mengamankan perjanjian bagi kelompok tersebut untuk membebaskan tentara Israel Gilad Shalit.

Erdogan memelihara hubungan dengan Haniyeh, pemimpin politik kelompok tersebut, yang sering berkunjung.

"Bahkan jika hanya saya, Tayyip Erdogan, yang bertahan, saya akan terus melanjutkannya selama Tuhan memberikan hidup saya, untuk membela perjuangan Palestina dan menjadi suara rakyat Palestina yang tertindas," kata presiden pada hari Rabu lalu.

Baca Juga: Dampak Perpecahan Gerakan Hamas

Erdogan juga menggarisbawahi bahwa konflik antara Iran dan Israel tidak boleh menutupi apa yang terjadi di Gaza saat ini.

Sebagaimana diketahui, Iran mengirimkan serangan drone dan rudal buntut dari serangan udara Israel ke konsulat negara itu di Damaskus, Suriah.

Halaman:

Tags

Terkini