SENAYANPOST - Kompleks RS Al Shifa di Gaza saat ini menjadi sorotan dunia, di mana salah seorang warga mengungkapkan kesaksian yang mengejutkan kepada media.
Salah seorang warga Gaza mengungkapkan bahwa tentara Israel penjajah melakukan rudapaksa hingga membakar hidup-hidup para pengungsi dan pasien yang ada di RS Al Shifa.
Insiden ini tentu saja memantik kemarahan dunia internasional di mana dunia Barat semakin diam melihat kekejaman dilakukan Israel penjajah di Jalur Gaza, Palestina.
Jamila Al-Hissi, seorang wanita Palestina yang terjebak di sekitar Rumah Sakit Al Shifa di Gaza, telah mengungkapkan kisah mengerikan tentang pasukan Israel yang memperkosa wanita dan membunuh mereka di dalam kompleks medis dan sekitarnya.
Ia juga mengungkapkan, 65 keluarga terpaksa mengungsi di sekitar rumah sakit.
Baca Juga: Mulai Melunak, Israel Penjajah Beri Sinyal ke Hamas soal Pengungsi untuk Kembali ke Gaza Utara
Berbicara kepada Al Jazeera Arab, Al Hissi menyatakan bahwa pasukan Israel memperkosa wanita, membakar dan membunuh seluruh keluarga, serta membakar sebuah bangunan tempat mereka mencari perlindungan.
Dia memohon kepada Palang Merah untuk menyediakan air bagi anak-anak dan pasien.
"Kami terdampar di tengah serangan udara Israel yang sedang berlangsung," kata Jamila Al Hissi pada 24 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Quds News Network.
Wanita yang terjebak tersebut menekankan bahwa Komite Internasional Palang Merah tidak hadir dan tidak mampu menyediakan air untuk mereka.
Lebih lanjut, ia menyesalkan bahwa anak-anak bahkan tidak memiliki akses terhadap air asin atau makanan selama enam hari.
Baca Juga: Hamas Kembali Umumkan Tawanan yang Tewas, Kali Ini Bukan Gegara Serangan Udara Penjajah Israel
Sebuah video viral beredar di platform media sosial, menggambarkan sekelompok warga Palestina, ditelanjangi, setelah dibebaskan oleh tentara Israel dari Rumah Sakit Al Shifa dan sekitarnya, memaksa mereka untuk pindah ke Gaza selatan.
Rekaman tersebut, yang diambil oleh seorang warga Palestina dari jendela rumahnya, menunjukkan warga Palestina berjalan dengan susah payah di jalan berpasir, menuju ke arah selatan Gaza.