SENAYANPOST - Jurnalis Palestina Kanada, Mansour Shouman menceritakan bagaimana ia bisa bertahan 15 hari di tengah bombardir tentara Israel.
Dalam video terbarunya, Mansour Shouman menceritakan bahwa ia terpaksa meninggalkan smartphone-nya karena terus-menerus mendapat intimidasi dari tentara Israel.
Tidak sedikit jurnalis yang menjadi sasaran tembak tentara Israel dalam empat bulan terakhir ini karena mengekspos kejahatan Zionis kepada dunia.
Dalam sebuah cuitan, Shouman menceritakan kronologi saat 15 hari hilang kontak tersebut.
Hilangnya Shouman sempat viral di media sosial hingga membuat petisi kepada Pemerintah Kanada hingga menyebut nama Perdana Menteri Justin Trudeau untuk turun tangan.
Baca Juga: 125 Hari Perang, PM Palestina Mohammad Shtayyeh: Kami Ingin Penarikan Penuh Tentara Israel dari Gaza
Kabar baiknya, Shouman saat ini berada di Gaza Selatan tepatnya di Khan Younis.
Demi keamanannya, Shouman tidak menjelaskan secara rinci saat dia hilang kontak selama dua minggu.
"Pada tanggal 21 Januari, saya berkomunikasi untuk terakhir kalinya dengan Ibu, istri dan anak-anak saya, serta tim saya di seluruh dunia. Saya melewati 15 hari yang sulit tanpa berkomunikasi dengan keluarga saya, dan Anda, keluarga global saya," cuit Mansour Shouman pada 7 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari akun X (sebelumnya Twitter) @ShoumanMansour.
"Saya tidak dapat memahami apa yang saya alami, tetapi saya yakin bahwa tanpa rahmat Allah, saya tidak akan keluar hidup-hidup. Kami menghadapi pemboman besar-besaran, menghindari penembak jitu, drone, dan tentara, dan tidak dapat mencari bantuan," lanjutnya.
Dalam unggahan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada warganet, keluarganya, dan Pemerintah Kanada.
Setelah insiden itu, Shouman juga mendesak kepada Pemerintah Kanada untuk segera menyerukan gencatan senjata di Gaza.
"Perdana Menteri Justin Trudeau dan Menteri Joly, meskipun kepedulian Anda terhadap kesejahteraan saya sangat dihargai, saya mohon Anda menyadari krisis yang lebih luas yang dihadapi 2,3 juta warga Palestina yang mengalami situasi kemanusiaan yang mengerikan. Situasi saya hanyalah sebuah contoh dari apa yang dialami Gaza sehari-hari. Keluarga sering kehilangan anggota karena bahaya yang kita alami di sini," lanjutnya.