internasional

Hamas Tampaknya Tolak Usulan Israel untuk Tukar Tawanan, Ingin Gencatan Senjata Permanen

Selasa, 30 Januari 2024 | 16:37 WIB
Hamas kemungkinan tolak usulan pertukaran tawanan Israel dan meminta gencatan senjata permanen di Gaza, Palestina. (t.me/qassambrigades)

Kerangka kerja tersebut dilaporkan tidak mengatur gencatan senjata permanen, namun juga tidak mengesampingkan kemungkinan adanya gencatan senjata.

Menurut berita Channel 12, tawaran tersebut berkisar pada jeda 45 hari dalam pertempuran dengan imbalan 35-40 tawanan pada tahap pertama.

Sekitar 100-250 tahanan Palestina akan dibebaskan untuk setiap tawanan Hamas.

Hal ini akan diikuti dengan pembebasan lebih lanjut sebagai imbalan atas perpanjangan gencatan senjata, dan rasio pembebasan tahanan keamanan Palestina yang lebih besar untuk setiap sandera.

Israel Hayom melaporkan bahwa para pemimpin Mossad dan Shin Bet mengatakan kepada lawan bicara mereka di Qatar, Mesir, dan Amerika bahwa Israel bersedia bersikap fleksibel mengenai lamanya jeda pertempuran, jumlah tahanan yang dibebaskan, dan jumlah bantuan kemanusiaan yang diperbolehkan masuk, tetapi dalam keadaan apa pun tidak akan setuju untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Cuma Rusak 20 Persen, Israel Gagal Hancurkan Terowongan Hamas di Palestina

Kantor Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan yang tidak menyangkal bahwa Israel telah menyetujui kerangka kerja untuk pembebasan tawanan.

Namun mengatakan bahwa laporan mengenai kesepakatan tersebut tidak benar dan mencakup kondisi (yang terlihat) tidak dapat diterima oleh Israel.

Para pejabat Israel mengatakan kepada pada hari Senin bahwa mereka bersikap hati-hati.

"Perjalanan masih panjang," kata seorang pejabat.

Pada konferensi pers, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dia yakin dalam upaya negosiasi tersebut.

"Proposal tersebut kuat dan menarik… tetapi Hamas harus mengambil keputusannya sendiri," jelasnya.

"Kita berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan beberapa minggu lalu," kata Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Dewan Atlantik di Washington, DC.

Baca Juga: Tanggal Rilis dan Prediksi Manga One Piece 1106: Luffy dan Sanji Maju Lawan Pemerintah Dunia!

"Kemarin, kemajuan baik telah dicapai untuk mengembalikan keadaan dan setidaknya meletakkan landasan bagi masa depan," tambah Al Thani, seraya mengatakan proposal tersebut akan disampaikan ke Hamas.

Halaman:

Tags

Terkini