Di bagian lain dalam sambutannya, Erdan menuduh bahwa intervensi AS baru-baru ini terhadap sebuah kapal dalam perjalanan ke Yaman adalah bukti nyata siapa yang mendalangi penyebaran ini.
Iran selalu berdiri di bawah bayang-bayang dan mengambil tindakan. Setiap negara di kawasan ini telah terkena dampak teror Iran.
Israel mengklaim Iran tidak akan berhenti untuk memperluas hegemoni Syiah.
Perlu dicatat bahwa banyak upaya Erdan untuk mendapatkan apa yang disebut sebagai perhatian komunitas internasional tidak ada habisnya dan kadang-kadang, upaya tersebut menjadi bumerang, membuatnya menjadi bahan olok-olok di platform media sosial.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menganggap penolakan Israel yang jelas dan berulang kali terhadap solusi dua negara tidak dapat diterima dalam debat Dewan Keamanan.
Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa sikap seperti itu dapat memperpanjang perang.
"Penolakan yang jelas dan berulang-ulang pada minggu lalu terhadap solusi dua negara di tingkat tertinggi pemerintahan Israel tidak dapat diterima," kata Guterres kepada dewan.
"Penolakan ini, dan penolakan terhadap hak kenegaraan rakyat Palestina, akan memperpanjang konflik yang telah menjadi ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global tanpa batas waktu," katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa satu-satunya resolusi untuk melepaskan diri dari siklus ketakutan, kebencian, dan kekerasan yang tiada akhir adalah melalui solusi dua negara.***