SENAYANPOST - Hamas dalam rilis dokumen terbarunya mengakui adanya beberapa kesalahan dalam awal Operasi Badai Al Aqsa yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Dalam rilis tersebut, Hamas menegaskan bahwa target utama dalam operasi militer ini adalah menangkap tentara musuh agar pemerintah Israel membebaskan ribuan warga Palestina yang jadi tahanan.
Namun, di hari yang sama, saat itu terjadi insiden di Festival Musik Nova yang menewaskan banyak warga Israel.
Dalam sebuah laporan investigasi, tentara IDF banyak yang menembaki warganya sendiri.
Diduga kuat IDF melancarkan operasi Hannibal Directive sebagai alasan untuk mengepung Gaza.
Baca Juga: Bukan Hamas, Ternyata Sosok Ini Ada di Balik Tragedi Festival Musik Nova 7 Oktober 2023
"Menghindari bahaya terhadap warga sipil, terutama anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia adalah komitmen agama dan moral semua pejuang Brigade Al-Qassam," bunyi dokumen yang dirilis Hamas pada 21 Januari 2024.
Hamas menegaskan kembali bahwa pasukan pejuang Palestina bergerak dalam satu komando.
"Kami tegaskan kembali bahwa perlawanan Palestina sepenuhnya berdisiplin dan berkomitmen terhadap nilai-nilai Islam selama operasi tersebut dan bahwa para pejuang Palestina hanya menargetkan tentara pendudukan dan mereka yang membawa senjata untuk melawan rakyat kami," lanjutnya.
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejuang Hamas ingin menghindari kerugian pada warga sipil.
"Meskipun faktanya kelompok perlawanan tidak memiliki senjata yang tepat," ungkap dokumen tersebut.
Di antara mereka yang tewas dalam serangan itu adalah lebih dari 30 anak-anak dan lebih dari 100 orang lanjut usia, menurut statistik resmi Israel, serta 60 pekerja asing.
Hamas juga menegaskan bahwa ada beberapa pasukan yang secara tidak sengaja menembak warga sipil dalam insiden tersebut.