SENAYANPOST - Pimpinan partai politik Hamas, Ismail Haniyeh menyerukan persatuan di bawah Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO.
Ismail Haniyeh menyebut bahwa Palestina harus bersatu dan tergabung dalam PLO yang sudah direorganisasi dan termasuk untuk semua orang.
Hal ini disampaikan oleh pimpinan Hamas pada 100 hari agresi Israel ke Palestina baru-baru ini.
Setelah periode di bawah pemerintahan persatuan nasional, Haniyeh mengatakan pemilihan harus diadakan.
Alasannya bahwa pertempuran terpanjang di Gaza telah menciptakan peluang bagi faksi-faksi Palestina yang terpecah untuk bersatu.
Baca Juga: Bukan Hamas, Ternyata Sosok Ini Ada di Balik Tragedi Festival Musik Nova 7 Oktober 2023
"Para pejuang pada tanggal 7 Oktober turun ke dinding. Karena itu, saya ingin memanggil (untuk) Anda untuk meruntuhkan tembok di sekitar Anda yang mencegah Anda mencapai Palestina," kata Haniyeh pada 14 Januari 2024, pada konferensi pro-Palestina di Istanbul sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Menurut Haniyeh, momen ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.
"Sekarang saatnya untuk meletakkan semua penyebab di atas meja. Jangan biarkan momen ini tergelincir dari tangan kita," lanjutnya.
Seorang anggota Komite Sentral Fatah, yang juga berbicara dengan konferensi pada Minggu malam, menggemakan seruan untuk persatuan Palestina.
"Setelah 7 Oktober, tidak ada cara untuk memiliki perbedaan pada apa pun," Abbas Zaki memberi tahu sekitar 300 peserta.
Baca Juga: Nasib Tiga Warga yang Jadi Tawanan, Hamas Sebut Pemerintah Israel Pembohong
"Sudah waktunya bagi kita untuk mengenali siapa musuh kita dan untuk menghadapi mereka," tambahnya.
Dalam wawancara terpisah, Zaki mengatakan mayoritas anggota Fatah berbagi sudut pandangnya.